Senin, Oktober 13, 2008

Angin puting beliung

Sejak Minggu sore saya kesulitan menelpon rumah orangtuaku di Malang. Entah kenapa. Sore ini, sebelum masuk kelas, aku mencoba menelpon kembali. Setelah beberapa kali mencoba, alhamdulillah telponku diangkat juga.

Agak terkejut juga aku mendengar kabar dari ibu, bahwa di desa kami kemaren diterjang oleh musibah angin beliung. Rumah Bude yang hanya berbatasan dengan kali kecil dari rumah ibu, dikabarkan rusak parah. Peternakan ayam Bude pun rusak parah. Kandang-kandang ayamnya hancur. Itu yang sempat ibu kabarkan tadi sore.

Lantas bagaimana dengan rumah kami di Malang? Ibu mengatakan walaupun sempat atas-atap rumah ada yang tersingkap oleh dahyatnya amukan angin tersebut, namun kondisinya masih selamat. Entah apakah ibu hanya berusaha menenangkan aku saja atau memang itulah kenyataannya. Tapi semoga, memang itulah kenyataannya.

Aku pun mencoba mencari info tentang musibah di kampung halamanku itu. Inilah yang aku dapatkan dari Kompas.

Minggu, 12 Oktober 2008 | 19:43 WIB

MALANG, MINGGU - Lebih dari 50 rumah di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang Jawa Timur, Minggu (12/10) rusak akibat terjangan angin puting beliung. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Berdasar informasi yang dihimpun di lapangan, angin puting beliung setidaknya melanda empat desa di Kecamatan Wagir antara lain di Desa Sitirejo, Desa Gedangan, Desa Sidodadi, dan Desa Mendalan.

"Akan tetapi melihat kencangnya angin dan berdasar informasi awal yang kami terima, selain empat daerah itu, kerusakan juga melanda wilayah yang berbatasan dengan desa kami seperti Pakisaji," tutur Suprapto, staf Badan Perencanaan Pembangu nan Kabupaten Malang yang juga merupakan ketua RT 04 RW 05 Desa Sitirejo Kecamatan Wagir, Minggu, di Malang.

Desa Sitirejo merupakan lokasi terparah terkena hantaman puting beliung. Selain merusak puluhan rumah, puting beliung yang terjadi sekitar 14.30 WIB itu juga merontokkan sebagian atap SMPN 1 Wagir, menghempaskan kubah Masjid Ulul Azmi Sitirejo Wagir, membuat sejumlah pepohonan di sepanjang Jalan Raya Sitirejo tumbang atau dahannya patah, merusak jaringan telepon, dan memadamkan aliran listrik di daerah tersebut.

"Waktu itu sekitar pukul 14.30 WIB dan sedang hujan. Tiba-tiba ada angin kencang dan warnanya hitam pekat bergerak ke arah rumah kami. Kerasnya angin membuat atap rumah mulai beterbangan dan merusak ruang keluarga, merobohkan tembok, dan merusak bagian rumah lain," tutur Abdulhadi (82), warga Perumahan Permata Asri Regency Sitirejo yang rumahnya rusak paling parah.

Menurut Abdulhadi, saat itu ada tujuh orang yang sedang berada di rumah tersebut antara lain istrinya, cucu, dan kerabat lainnya. "Begitu angin datang, ada sebagian dari kami yang berhasil keluar rumah. Sementara saya karena t akut bersembunyi di kamar tengah hingga angin berhenti," tutur Supiah (65), istri Abdulhadi.

Akibat kejadian itu, rumah dengan luas 12x12 meter itu hampir 80 persennya roboh, dan menyebabkan kerusakan lain seperti komputer, televisi, dan perabot rumah tangga lainnya.

Tidak ada korban jiwa, selain dua anggota keluarga tersebut yaitu Yesi dan Tony yang sedikit terluka di bagian kepala dan tangan akibat terkena reruntuhan bangunan.

Kerusakan lain menimpa bengkel yang ditempati Sugeng (45) dan dua temannya, di Jalan Raya Sitirejo. "Angin kencang berwarna hitam itu merobohkan seluruh bengkel kami dan menimpa dia mobil yaitu Suzuki Panther dan Daihatsu Hijet. Kerugian secara kasar saya taksir mungkin belasan hingga puluhan juta rupiah," ujar Sugeng.

Wakil Bupati Malang sekaligus Ketua Satkorlak Kabupaten Malang, Rendra Kresna, mengatakan berdasar data sementara yang dihimpun satkorlak Kabupaten Malang setidaknya ada 50-an rumah rusak di Desa Sitirejo. Kerusakan di daerah lain sedang didata.

"Kerusakan terparah ada di tujuh rumah. Namun itu data awal. Hingga kini satkorlak sedang menghimpun data di lapangan sambil melakukan tindakan-tindakan penanganan bencana," ujar Rendra. Ia belum bisa memastikan jumlah kerugian yang diderita akibat kejadian itu.

Berita terkait:
- Puluhan Rumah di Malang Rusak Diterjang Puting Beliung (detikSurabaya)
- 175 Rumah Hancur Karena Terpaan Puting Beliung (Malang Raya)
- Puting Beliung Robohkan Puluhan Rumah di Kabupaten Malang (Media Indonesia)
- RATUSAN RUMAH RUSAK DITERJANG PUTING BELIUNG (MetroTV)
- Puting Beliung Terjang Dua Desa (Jawa Pos)
Membaca berita-berita itu, aku jadi tidak yakin dengan apa yang dikatakan ibu melalui telpon tadi. Ahh, semoga itu hanyalah tulisan media saja yang suka membesar-besarkan berita. Walapu begitu, tetap saja aku tak tenang.

Ya, Allah semoga ini adalah ujian semata dari Engkau dan bukan sebuah azab. Kami hanyalah mahkluk-Mu yang tak berdaya. Ampuni kami Ya Allah atas semua dosa-dosa kami. Selamatkanlah orang-orang yang kami cintai. Jadikan kami sebagai orang yang selalu bersabar. Amien.

» Baca juga artikel yang berkaitan: