Pahlawan, konon kabarnya kata ini berasal dari kata pahala. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti pahlawan seperti dibawah ini:
Banyak kategori pahlawan diberikan oleh negara. Mulai dari Pahlawan Kemerdekaan, Pahlawan Revolusi, Pahlawan Nasional dll. Pak Guru dan Bu Guru yang telah berjasa memberikan kita ilmu juga pahlawan. Tukang ojek yang selalu setia mengantar jemput anak kita sekolah, itu juga pahlawan. Disekitar kita banyak bertebaran pahlawan-pahlawan yang dengan tulus memberikan pengabdiannya.
Diantara sekian banyak pahlawan itu, bagiku, ibuku adalah pahlawan yang tiada bandingannya. Ibukulah yang lebih mementingkan keluarganya dibandingkan pekerjaannya. Sekitar tahun 1980-an ibuku akhirnya lebih memilih berhenti bekerja di sebuah pabrik rokok terbesar di Malang, PT Bentoel karena saat itu anak sulungnya yang baru saja berumur 2 tahun sakit-sakitan. Beliau tak ingin anak yang merupakan amanah Allah itu kenapa-kenapa. Padahal saat itu, penghasilan ibu bekerja sangat cukup lumayan membantu ekonomi keluarga. Tapi beliau dengan penuh keyakinan meninggalkan itu semua. Beliau lebih mengutamakan keluarga. Ibuku beranggapan, setiap rejeki itu sudah diatur oleh Allah. Tak bakalan tertukar dengan yang lainnya. Harta bisa dicari, tetapi amanah Allah yang berupa anak, bukanlah sesuatu yang pantas disia-siakan.
Akhirnya ibuku menjadi ibu rumahtangga sejati. Setiap rejeki yang diberikan oleh Bapakku, sedikitpun ibuku tak pernah protes. Semua diterima dengan iklas dan menganggap sebagai sebuah amanah yang kelak harus dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akherat. Tanpa ada keluh kesah yang keluar dari bibir beliau. Semua dijalani dengan sabar, penuh syukur dan iklas.
Kini putramu itu telah tumbuh menjadi pria dewasa, mempunyai seorang istri dan 2 orang putri yang cantik, pintar dan lucu. Terima kasih ibu, engkau adalah pahlawanku.
pah·la·wan n orang yg menonjol krn keberanian dan pengorbanannya dl membela kebenaran; pejuang yg gagah berani;Saya sedikit tak begitu setuju dengan batasan arti kata pahlawan tersebut (halahh...). Menurut saya pahlawan adalah semua pihak yang berjasa membantu dengan segala pengorbanannya. Bukan sekadar pejuang di medan peperangan saja. Namun, dalam arti yang sangat luas.
-- bakiak suami yg sangat patuh (takut) kpd istrinya; -- kesiangan 1 orang yg baru mau bekerja (berjuang) setelah peperangan (masa sulit) berakhir; 2 orang yg ketika masa perjuangan tidak melakukan apa-apa, tetapi setelah peperangan selesai menyatakan diri pejuang;
ke·pah·la·wan·an n perihal sifat pahlawan (spt keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan)
Banyak kategori pahlawan diberikan oleh negara. Mulai dari Pahlawan Kemerdekaan, Pahlawan Revolusi, Pahlawan Nasional dll. Pak Guru dan Bu Guru yang telah berjasa memberikan kita ilmu juga pahlawan. Tukang ojek yang selalu setia mengantar jemput anak kita sekolah, itu juga pahlawan. Disekitar kita banyak bertebaran pahlawan-pahlawan yang dengan tulus memberikan pengabdiannya.
Diantara sekian banyak pahlawan itu, bagiku, ibuku adalah pahlawan yang tiada bandingannya. Ibukulah yang lebih mementingkan keluarganya dibandingkan pekerjaannya. Sekitar tahun 1980-an ibuku akhirnya lebih memilih berhenti bekerja di sebuah pabrik rokok terbesar di Malang, PT Bentoel karena saat itu anak sulungnya yang baru saja berumur 2 tahun sakit-sakitan. Beliau tak ingin anak yang merupakan amanah Allah itu kenapa-kenapa. Padahal saat itu, penghasilan ibu bekerja sangat cukup lumayan membantu ekonomi keluarga. Tapi beliau dengan penuh keyakinan meninggalkan itu semua. Beliau lebih mengutamakan keluarga. Ibuku beranggapan, setiap rejeki itu sudah diatur oleh Allah. Tak bakalan tertukar dengan yang lainnya. Harta bisa dicari, tetapi amanah Allah yang berupa anak, bukanlah sesuatu yang pantas disia-siakan.
Akhirnya ibuku menjadi ibu rumahtangga sejati. Setiap rejeki yang diberikan oleh Bapakku, sedikitpun ibuku tak pernah protes. Semua diterima dengan iklas dan menganggap sebagai sebuah amanah yang kelak harus dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akherat. Tanpa ada keluh kesah yang keluar dari bibir beliau. Semua dijalani dengan sabar, penuh syukur dan iklas.
Kini putramu itu telah tumbuh menjadi pria dewasa, mempunyai seorang istri dan 2 orang putri yang cantik, pintar dan lucu. Terima kasih ibu, engkau adalah pahlawanku.






1 komentar. Sampeyan sudah?:
I recently came across your blog and have been reading along. I thought I would leave my first comment. I don't know what to say except that I have enjoyed reading. Nice blog. I will keep visiting this blog very often.
Deborah
Term Life Insurance
Poskan Komentar