Rabu, Juli 15, 2009

Bertanam ginseng iseng-iseng (serius juga boleh hehehe..)

Seringkali ketika mengantar isteri berbelanja bulanan, aku minta diikutsertakan seikat daun ginseng dan seplastik jamur dalam daftar belanjaannya. Ya, aku memang suka sekali dibikinkan tumis daun ginseng. Bahkan jika tak ada yang mau masak, aku sendiri yang masak.

Awalnya memang aku nggak tahu lezatnya tumis daun ginseng. Pertama kali makan hidangan ini ketika aku diajak oleh salah seorang relasi untuk makan malam di sebuah restoran Korea di Semarang beberapa tahun yang lampau. Terus terang masakan ini agak aneh di lidah. Karena jika tidak bisa mengolah dengan baik, maka tak jarang getah-getah yang ada di daun dan batang-batangnya akan tertinggal di gigi. Namun jika mahir dalam memasaknya, dijamin rasanya lezat sekali. Apalagi jika dicampur udang, jamur dan saus tiram. Tak jarang malah pengen nambah dan nambah terus hehehe...

Konon kabarnya, makan daun ginseng sangat bermanfaat bagi tubuh. Diambil dari sebuah blog:

Semua bagian tanaman ini bisa di makan, mulai dari akar hingga daunnya. Biasanya akarnya tanaman ini bisa mengembung jika dibiaknan melalui biji. Banyak yang menfaatkan umbi tanaman ini untuk dikeringkan sebagai ramuan obat. Daunnya biasa dijual sebagai sayuran. Daun kolesom/ginseng sangat cocok ditumis, dibuat cah (dimasak dengan sedikit air) atau sebagai campuran sayur bening/sup. Rasanya lezat dengan tekstur lembut dan sedikit berlendir. Mengolah sayuran ini harus menggunakan api besar dan cepat karena warnanya akan berubah menjadi kehitaman jika terlalu lama di masak.

Belum ada penelitian tentang manfaat kolesom, namun secara turun temurun akar dan daunnya dipercaya dapat meningkatkan stamina tubuh. Sejauh ini baru diketahui bahwa di dalam akar kolesom mengandung zat aktif seperti saponin, flavonoid dan tanin. Yang pasti bagian daun mengandung vitamin A yang cukup tinggi, serat dan beragam mineral penting lainnya. (Sumber: MANFAAT DAUN KOLESOM JAWA (Daun Ginseng) )
Setelah memasak daun ginseng, biasanya batang tanamannya selalu dibuang. Nah, tiga minggu yang lalu, aku lihat batang tanaman ginseng ini tidak dibuang. Tapi ditancapkan di pot belakang rumah. Hmmm... siapa nih yang melakukannya? Ternyata ini dilakukan oleh my home maid. Awalnya aku sempat pesimis, apa ya bisa hidup?? Ternyata sodara-sodara, tanaman ginseng itu emang mudah tumbuhnya. Nggak percaya? coba lihat gambar dibawah ini.

Tinggal disiramin aja tiap hari, ternyata tumbuhnya subur. Apalagi jika ditanam dengan serius ya? Kalo seikat daun ginseng di supermarket sekitar Rp. 1500, wah kalo seluruh pekarangan ditanamin daun ginseng, lumayan juga tuh hasilnya :-$ hehehehe...
Wah sekarang kalo pengen tumis daun ginseng tinggal metik aja neh hehehe...

» Baca juga artikel yang berkaitan:

1 komentar. Sampeyan sudah?:

keii mengatakan...

sangat bermanfaat..
terima kasih ya..