Kamis, September 17, 2009

Tugas terakhir

Dikisahkan, seorang tukang kayu yang telah kelelahan berkarya ingin segera menjalani kehidupan pensiunnya, sejak awal dia adalah tukang kayu yang berbakat, tukang kayu yang berdedikasi tinggi atas pekerjaannya, tukang kayu yang bertanggung jawab penuh. Ketika ia menyampaikan keinginannya kepada Sang Tuan, ia malah diberi tugas terakhir sebelum pensiun, sang Tuan ingin ia membuat sebuah rumah megah untuknya.

Tukang kayu yang berbakat itu tiba-tiba berubah, ia menjadi tukang kayu yang sembrono, tukang kayu yang asal-asalan. Pukulan palu yang harus ia ayunkan tiga kali, hanya ia ayunkan satu kali, itu pun ia lakukan dengan tidak sepenuh hati. Dengan terpaksa ia menyelesaikan tugas terakhirnya, ia merasa Sang Tuan tidak lagi berpihak padanya, ia sungguh kecewa. Dan kekecewaannya ia lampiaskan pada pekerjaanya.

Sebuah “Rumah Mewah” yang jauh dari arti “Mewah ” akhirnya selesai tepat waktu.Ketika hari pensiun tiba, sang tukang kayu akhirnya mendapat sebuah amplop yang berisi sejumlah uang pensiun dan sebuah “KUNCI” rumah. Ketika ia menerimanya segera ia tersadar, ternyata kunci yang digenggamnya adalah kunci dari “Rumah Mewah” yang baru selesai dibangunnya. “Hadiah special ini dipersembahkan padamu, karena kerjamu yang luar biasa dan berdedikasi selama bekerja di sini.” Kata Sang Tuan. Lalu, sang tukang kayu hanya mampu melihat kunci rumah itu dengan “PENYESALAN”.

Pembaca, artikel diatas saya cuplik dari sebuah cerita bijak Andrie Wongso. Cerita tersebut mengingatkan kita, pada detik-detik terakhir bulan Ramadhan seperti saat ini. Ya.. begitu banyak diantara kita yang di hari-hari terakhir bulan Ramadhan seperti tukang kayu tersebut.

Jika diawal bulan Ramadhan, masjid selalu penuh orang sholat taraweh, bahkan beberapa kali saya sendiri tak kebagian tempat di shaf-shaf depan, maka di sepuluh hari terakhir, kondisi ini banyak yang berbeda. Barisan sholat mengalami banyak kemajuan. Yang tadinya diawal Ramadhan kita berada di shaf belakang, maka saat ini kita dengan leluasa berada di shaf terdepan. :p

Bahkan masjid dan mushola sudah tak ramai lagi dengan jamaah. Jamaah telah pindah ke mal, pertokoan, stasiun kereta, terminal bis atau bandara! Tradisi tadarus malam berubah menjadi midnight shopping! Ibadah kita pun juga sudah asal-asalan. Konsentrasinya telah berubah untuk persiapan lebaran.

Semoga, diakhir Ramadhan ini, kita bukanlah si tukang kayu tadi yang akhirnya hanya mendapatkan penyesalan. Ibadah kita semakin mantab dan perburuan malam lailatul qadar kitapun menemukan hasilnya. Amien.

Akhirnya, saya mengucapkan selamat menjalankan hari-hari terakhir menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan 1430H dan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir dan bathin..

** foto diambil dari sini

Rabu, September 16, 2009

Pertamax, Gan..

Artikel ini sejatinya saya tulis gara-gara baca status Facebooknya Mas Arif Widianto. Bisa jadi jika sampeyan merupakan salah satu member aktif Kaskus, maka sampeyan tidak asing lagi dengan kata-kata ini: "Gan", "Pertamax", "Timpuk Cendol", "Ijo-ijo" dan lain-lain.


Dalam statusnya, Mas Arif menyatakan bahwa panggilan Gan, merupakan indikasi masih adanya mental terjajah dari user internet. Saya enggak tahu pasti apa yang dimaksud dengan mental terjajah ini, siapa yang terjajah dan siapa yang menjajah.. serba tidak jelas memang.

Saya coba mencari penelurusan arti dan maksud dari kata-kata tersebut.

Gan
Bisa jadi ini merupakan singkatan dari kata "Juragan". Menurut KKBI daring, arti juragan sendiri adalah pengganti kata tuan/nyonya dari pekerja/orang upahan terhadap majikannya.

ju·ra·gan n 1 sebutan orang upahan thd majikan; tuan; nyonya; 2 pemilik perusahaan (terutama perusahaan batik): ia adalah seorang -- batik yg kaya raya; 3 pemilik dan pemimpin perahu (kapal)
Jika berdasarkan dengan arti disini, maka bisa jadi apa yang dikatakan oleh temen saya tadi benar adanya. Sebutan ini di internet memang diakui pertama kali dipopulerkan oleh forum Kaskus, namun tentu saja makna sesungguhnya dalam forum tersebut tidak seperti yang dituliskan di kamus tersebut. Sebutan "gan" dalam Kaskus tak lebih upaya penghormatan bagi sesama anggota forum. Disamping itu ada pula panggilan "momod" dan "mimin" yang hanya ditujukan oleh kaskuser bagi moderator saja.

Pertamax
Yang jelas kata ini bukanlah sejenis bahan bakar yang dijual oleh SPBU Pertama. Jauhhh sekali artinya. Bahkan bisa jadi kita tak akan menemukannya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Terus terang saya juga penasaran banget dengan kata ini. Syukurlah, dalam beberapa thread pencarian di Google, akhirnya dapat ditemukan makna yang mungkin mendekati kebenaran. Pertamax, sebenarnya merupakan gabungan dari 2 kata, yaitu "pertama" dan "x (baca: kali)". Jadi "pertamax" sebenarnya harus dibaca sebagai "pertama kali". Memang ada sedikit unsur alay disini :D. Pertamax itu bisa jadi suatu gengsi tersendiri,soalnya susah buat reply yang paling pertama di thread stater (TS) kaskus berhubung forum itu rame banget.

Cendol, Ijo-ijo dan bata merah
Sebenarnya kata-kata ini lebih diarahkan kepada rating sebuah topik. Kata sebenarnya adalah good reputation point (GRP) dan bad reputation point (BRP). Jika sebuah topik mendapatkan rating yang positif maka user (kaskuser) yang lin dapat memberikan cendol atau ijo-ijo sebagai bentuk GRP. Sedangkan jika topiknya basi maka user yang lain dapat melemparkan sebuah bata sebagai bentuk BRP. Hanya user yang telah memposting 2000 post yang bisa memberikan cendol atau bata merah.

Maho
Kependekan dari "manusia homo." Kata yang digunakan untuk mencela. (emoticon maho)

Thread/Trit
Halaman berisi suatu topik yang dibuat oleh seorang Kaskuser. Orang yang memulai sebuah thread disebut TS (thread starter).

TKP
Singkatan dari "tempat kejadian perkara", digunakan untuk menggantikan kata pranala (link)

Kulkas
Kata lain dari control panel, tempat untuk melihat jumlah BRP ataupun GRP yang telah diterima.

Jadi apakah sampeyan pengen yang pertamax ngisi komentar di artikel ini? :p

Referensi:
- Yahoo Answer: Apasih artinya PERTAMAX & GAN di internet itu..?
- Kaskus Thread

Senin, September 14, 2009

Mengenal Metodologi Pengembangan Sistem Informasi

Pada saat dihadapkan pada pemilihan metodologi pengembangan sistem, banyak diantara kita yang akhirnya bingung. Padahal salah menentukan metodologi, dapat merembet ke penyusunan jadwal, staffing proyek, biaya dan lain-lain. Oleh karena itu, pemilihan metodologi menurut saya merupakan bagian yang lumayan penting, tidak hanya pada saat pengembangan sistem informasi namun juga pada pengembangan proyek-proyek lain.

Dalam pengembangan sebuah sistem, kita mengenal konsep SDLC (system development life cycle). Secara global definisi SDLC dapat dikatakan sebagai suatu proses berkesinambungan untuk menciptakan atau merubah sebuah sistem, merupakan sebuah model atau metodologi yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem. Dapat dikatakan dalam SDLC merupakan usaha bagaimana sebuah sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, rancangan & pembangunan sistem serta delivering-nya kepada pengguna.

Secara umum, tahapan SDLC meliputi proses perencanaan, analisis, desain dan implementasi.

Planning
Proses perencanaan biasanya lebih menekankan pada alasan mengapa sebuah sistem harus dibuat.

Analysis
Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisis yang lebih menekankan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan dibuat.

Design
Sedangkan pada proses desain lebih menekankan kepada bagaimana sistem akan berjalan
Implementation
Tahap terakhir dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu proses delivery-nya kepada pengguna.

Pendekatan formal tahapan pengembangan sistem disebut metodologi. Saat ini bermacam-macam metodologi dalam pengembangan sistem. Wah, tambah bingung aja milihnya dong.. Nggak usah kuatir, sampeyan dapat memilih metodologi yang tepat disesuaikan dengan kebutuhan proses bisnis dan data yang mendukungnya.

Beberapa metodologi yang biasa dikenal antara lain Structural Design, Rapid Application Development (RAD) dan Agile Development.

Structural Design

Merupakan sebuah metode pengembangan sistem dimana antara satu fase ke fase yang lain dilakukan secara berurutan. Biasanya sebuah langkah akan diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Keuntungan menggunakan metodologi ini requirement harus didefinisikan lebih mendalam sebelum proses coding dilakukan. Disamping itu metodologi ini memungkinkan sesedikit mungkin perubahan dilakukan pada saat proyek berlangsung. Namun, metodologi ini juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya desain harus komplit sebelum programming dimulai, serta jika terjadi fase yang terlewati, maka biaya yang akan ditimbulkan akan lumayan besar.

Bagian dari metodologi ini antara lain Waterfall Modeling dan Parallel Development. Berbeda dengan Waterfall Modeling, Parallel Development memungkinkan beberapa fase dilakukan secara bersama-sama untuk mempersingkat waktu.

Rapid Application Development (RAD)

Metodologi ini melakukan beberapa penyesuaian terhadap SDLC pada beberapa bagian sehingga lebih cepat untuk sampai ke tangan pengguna. metodologi ini biasanya mensyaratkan beberapa teknik dan alat2 khusus agar proses bisa cepat, misalnya melakukan sesi joint application development (JAD), penggunaan alat-alat computer aided software engineering (CASE Tools), kode generator dan lain-lain.

Beberapa kategori RAD misalnya Phased Development, Prototyping dan Throw-away Prototyping. Phased Development membagi sistem secara keseluruhan menjadi beberapa versi sistem. Setelah desain untuk versi pertama selesai maka akan dilanjutkan ke implementasi. Setelah versi pertama terselesaikan, maka pengembang akan memulai lagi ke versi selanjutnya.

Metodologi prototyping melakukan analisis, desain dan implementasi secara bersamaan, kemudian dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapat review dari pengguna. Sebuah prototiping adalah sebuah sistem dalam fungsi yang sangat minimal.
Sedangkan metodologi Throwaway Prototyping hampir sama dengan metodologi Prototyping. Perbedaannya bahwa pada metodologi ini, analisis dilakukan lebih mendalam lagi.

Agile Development

Bisa dikatakan ini merupakan metodologi yang lebih cepat dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Metodologi ini melakukan perampingan pada proses pemodelan dan pembuatan dokumentasi. Pengembangan metodologi ini adalah eXtreme Programming dan Scrum.

Referensi:
- Systems Analysis and Design with UML Version 2.0: An Object-Oriented Approach, 2nd Edition, Alan Dennis, Barbara Wixom, and David Tegarden, 2005
- http://en.wikipedia.org/wiki/Systems_Development_Life_Cycle

Minggu, September 06, 2009

Yuk, bayar tol pakai e-Toll Card...

Saya merupakan salah satu dari sekian banyak pengguna jasa tol. Minimal sehari 2 kali melewati jalan tol, yaitu untuk berangkat dan pulang kerja. Sampai saat ini, hal yang paling menjengkelkan adalah ketika harus antri di pintu tol hanya untuk sekedar membayar tol. Biasanya ini saya alami pada pagi hari saat melintasi pintu tol dalam kota (Cililitan - Cawang). Saya tidak tahu, apa yang menyebabkan antrian panjang tatkala ada di pintu tol. Antrian yang panjang, kadangkala membuat suasana pagi yang seharusnya cerah menjadi muram.


Menurut analisa saya, bisa jadi antrian yang panjang ini disebabkan banyaknya pengguna jasa tol yang tidak membayar dengan uang pas, sehingga ada waktu lebih yang digunakan petugas pintu tol untuk mencari uang kembalian mereka. Bahkan, beberapa hari yang lalu, pintu-pintu tol dalam kota Jakarta ini kehabisan uang kembalian..Fyuhhhh...

Tidak bisa dipungkiri, memang banyak diantara pengguna tol memanfaatkan pintu-pintu tol sebagai sarana penukaran uang. Akibatnya, banyak diantara pengguna tol yang memang 'sengaja' tidak menyiapkan uang pas ketika membayar tol, termasuk saya hehehe.... Walaupun saya juga sering melakukan hal ini (hehehe..) tapi akhirnya saya pun harus insyaf..

Maka, tatkala beberapa hari kemaren ditawari mbak-mbak dari Bank Mandiri sebuah solusi kartu prabayar untuk membayar tol, e-Toll Card, saya pun membelinya satu dengan harga Rp. 50 rebu. Saya berfikir, tak mungkin menuntut antrian pintu tol lancar, jika saya sendiri secara sengaja ataupun tidak, ikut 'menghambat' jalan tol. Iya tho??

e-Toll Card ini katanya disamping bisa digunakan untuk membayar tol, katanya juga bisa digunakan untuk pembayaran belanja di Indomaret serta membeli bensin. Untuk kedua hal ini sampai saat ini saya belum melakukannya. Saya sih berharap kartu ini bisa digunakan lebih seperti halnya EZ-Link Card di negeri tetangga kita Singapura itu. Disamping bisa digunakan untuk bayar tol diseluruh Indonesia, juga bisa digunakan untuk bayar transportasi lain, misalnya kereta api (KRL), bus kota, taksi, mikrolet, metromini dll. Asyik khan...??

Semoga impian saya tersebut diatas bisa jadi kenyataan, mengingat sampai saat ini pun ternyata e-Toll Card itu sendiri hanya bisa digunakan di pintu tol yang tarifnya Rp. 5500 keatas saja. Sedangkan untuk pintu tol yang tarifnya kurang dari itu, misalnya di pintu tol Dukuh, Taman Mini, kartu ini belum bisa digunakan. Disamping itu, pada beberapa pintu tol juga tidak terdapat display yang bisa menunjukan jumlah debet dan saldo kartu terakhir. Ini juga sempet membuat saya was-was jika terjadi salah debet. Sebab di beberapa forum, banyak yang mengeluhkan telah terjadi dobel debet pada kartu tersebut. Namun, alhamdulillah sampai saat ini belum terjadi hal itu pada saya.

Apakah sampeyan punya pengalaman lain menggunakan kartu ini? Monggo dibagi disini.

Bacaan lain:
- http://www.bankmandiri.co.id/english/article/mandiri-etoll-card.asp
- http://www.jasamarga.com/content/view/168/89/lang,en/
- http://kalipaksi.com/2009/03/20/e-toll-card-kartu-kredit-khusus-bayar-tol/