Selasa, Desember 01, 2009

Subhanallah, kisah seorang anak yang dirindukan surga

Kisah ini cukup membuat saya terharu. Seorang anak yang masih berusia 6 tahun sehari-harinya harus mengurus ibunya mulai dari makan, minum, mandi, hingga buang air.




Sinar namanya. Bocah berumur enam tahun tersebut juga menjadi sinar bagi sang bunda. Membantu memindahkan ibunya yang lumpuh menjadi keseharian Sinar. Penuh kasih sayang Sinar mengurus ibunya.

Sudah dua tahun Murni lumpuh karena terjatuh. Sejak itu pula hidupnya tergantung pada sang anak. Makan, minum, mandi, hingga buang air. Memasak nasi untuk sang ibu sudah pasti jadi tugas Sinar. Hanya nasi. Tidak ada lauk apa pun. Simpati tetangga dan kerabat terkadang menguatkan Sinar dan ibunya menghadapi hidup.

Bocah kelas satu sekolah dasar ini bahkan kerap terlambat ke sekolah karena harus mengurus ibunya. Sinar adalah bungsu dari enam bersaudara. Lima kakaknya yang juga belum dewasa tinggal terpisah. Mereka menjadi pembantu rumah tangga. Ini terpaksa dilakukan karena masalah ekonomi.

Sementara sang ayah sudah sekian tahun merantau ke Malaysia. Hanya album foto-foto keluarga yang jadi pengobat rindu pada anak-anak dan sang suami.

Rumah Murni di Desa Riso, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pernah ramai saat pemilihan umum lalu. Poster dan foto-foto calon legislatif masih menempel di mana-mana. Pemilu usai, Sinar dan ibunya pun terlupakan. Tapi Sinar selalu ada di sini. Ia menerangi rumah ini.

Sumber: http://berita.liputan6.com/sosbud/200911/252923/Penuh.Kasih.Bocah.Itu.Mengurus.Ibunya

» Baca juga artikel yang berkaitan:

2 komentar. Sampeyan sudah?:

devi mengatakan...

masya ALLAH......
semoga diberi kemudahan semua urusan keduanya oleh ALLAH.

Membuat Blog mengatakan...

Jadi sangat terharu sekali melihat sosok bocah kecil ini,luar biasa patut kita contoh
kasihnya terhadap seorang ibu. Begitu tulus..
Siapapun kita,selayaknya kisah Sinar dan ibunya sedikit banyak mengetuk hati kita yang masih kurang menyadari betapa besar kasih sayang orangtua pada kita; yang kadang melalaikan kewajiban kita sebagai seorang anak; yang kurang menghargai pengorbanan seorang ibu; yang terbiasa meminta tanpa memberi untuk orang tua kita.
Bisakah kita seperti Sinar?
Buat Blog