Bisa jadi sampeyan sama dengan saya, suka ke restoran yang satu ini. Namanya Solaria. Resto ini memang disamping lumayan enak (menurut saya) dan murah, suasana juga lumayan asyik. Walaupun kalo kita cari referensi di internet, nama restoran ini reputasinya kurang begitu bagus :(
Tapi tau ndak, ada sesuatu yang menggelitik rasa ingin tahu saya. Coba perhatikan deh kalo sampeyan sedang memesan makanan/minuman di restoran ini. Sampeyan khan dikasih daftar makanan dan sebuah pensil untuk menuliskannya menu yang dipesan. Mata pensilnya ternyata unik. Maksud saya cara merautnya itu lho. Kelihatannya seperti diraut tanpa menggunakan rautan pensil, namun menggunakan silet, cutter atau malah diraut menggunakan pisau dapur ya hehehe...
Saya jadi teringat beberapa puluh tahun yang silam. Saat saya masih menjadi murid esde yang ndeso. Rautan pensil yang dibelikan orangtua seringkali hilang. Entah ketelisut, lupa naruh atau dipinjem temen tapi lupa mbalikin. Maklum bentuk rautan pensil anak esde yang imut itu jadi sering ilangan. Begitu berulang-ulang, hingga pada akhirnya pak'e dan buk'e saya jadi bosen selalu mbeliin rautan pensil. Jadi sejak saat itu, saya meraut pensil-pensil saya dengan cutter. Dan hasil rautannya pun jadi unik tidak rapih gitu, mirip dengan pensil Solaria ini.Tapi, seandainya benar pensil menu tersebut diraut menggunakan silet, cutter atau pisau dapur, kok menurut saya kebangeten banget ya restoran ini. Berapa sih harga rautan pensil yang agak bagusan dikit? Khan sekarang ada rautan pensil yang agak gedean yang bisa dipasang di meja. Gak mahal kok, paling 50 ribuan lah. Mosok harga segitu aja Solaria gak kuat beli. Khan bisa agak bagusan dikit rautan pensil-pensilnya. Disamping itu, juga bisa lebih cepat waktu yang diperlukan untuk meraut sebuah pensil.
Terus terang, mata saya agak sepet liat bentuk mata pensil buat nulis pesanan menu yang nggak rapih kayak gitu.
Minggu, Agustus 03, 2008
Soal rautan mata pensil
Selasa, Maret 21, 2006
Khasiat Daun Sembukan
Ternyata disamping enak digunakan sebagai bothok, daun sembukan juga ada khasiat yang lain lho. Berikut adalah artikel yang saya dapatkan dari situs Ikatan Dokter Indonesia tentang khasiat daun sembukan.
========================
SEMBUKAN (Poederia foetida L.)
Sinonim -> Daun Kentutan.
Familia - >Ruhiaceae.
Uraian Tanaman
Semak semusim, membelit, batang masif beruas, berakar, dan buku-buku tumbuh akar, warna cokelat. Daun tunggal, berhadapan, bulat telur, berhulu. Perbungaan bentuk malai, mahkota putih. Buah batu, warna kuning.
Bagian yang Digunakan
Daun.
Nama Simplisia
Paederiae Folium; Daun Sembukan.
Sifat Khas
Mendinginkan dan membersihkan darah.
Kandungan Kimia
Alkaloid indol, paederina, asperulosina, paederosida, skandosida, dan desasetilasperulosida.
Khasiat
Anti inflamasi, stomakik, antirematik, diuretik, dan karminatif.
Kegunaan
1. Demam.
2. Disentri.
3. Maag.
4. Membangkitkan nafsu makan.
5. Mencegah kelumpuhan.
6. Pencernaan tidak baik.
7. Perut kembung.
8. Rematik (nyeri otot).
9. Sembelit.
10. Sakit gigi.
11. Herpes (obat luar).
RAMUAN DAN TAKARAN
Maag
Ramuan:
Cara pembuatan:
Cara pemakaian:
Lama pengobatan:
Perut Kembung dan Pencernaan Tidak Baik
Ramuan:
Cara pembuatan:
Cara pemakaian:
Lama pengobatan:
Herpes
Ramuan:
Cara pembuatan:
Cara pembuatan:
Lama pengobatan:
Catatan :
Dalam ramuan jamu, biasanya daun Sembukan berpasangan dengan daun Lampes.
========================
Boljug.. neh taneman...
Bothok Sembukan
Mungkin ada di antara pembaca yang asing dengan judul diatas. Namun bagi pembaca yang berasal dari Jawa (Tengah/Timur) pasti nggak asing dengan yang namanya "bothok". Ya, bothok adalah makanan khas yang berasal dari Jawa. Di tempat lain mungkin disebut dengan pepes. Agak sedikit berbeda dengan pepes, bahan untuk isi bothok biasanya terdiri dari daun-daunan, sedangkan pepes biasanya berisi ikan (mis: pepes ikan mas dll).
Bahan-bahan bothok yang khas antara lain terdiri dari kelapa muda diparut, daun-daunan (misalnya daun kemangi, daun beluntas, daun sembukan, lamtoro dll). Dan biasanya dicampur dengan tahu/tempe. Bahan-bahan tersebut diberi bumbu-bumbu jawa kemudian di masukan di dalam daun pisang dan dikukus.
Saya sendiri termasuk penggemar bothok sejak lama, terutama bothok sembukan. Sembukan adalah sejenis tumbuhan merambat yang banyak terdapat di ladang di Jawa. Perkembangbiakannya cukup mudah dan tak jarang malah menjadi musuh petani. Daunnya berasa manis-manis getir dan beraroma -maaf- kayak kentut :D
Makanya daun sembukan disebut juga daun kentutan hehehe....
Nah, kebetulan pas liburan lebaran beberapa tahun yang lalu kami sekeluarga pulang kampung. Kebetulan pas ke sawah nemu bibit simbukan ini, trus dibawah ke Jakarta dan akhirnya sekarang numbuh dengan lebat di belakang rumah. Jadilah setiap saat bisa makan bothok berisi daun sembukan plus lamtoro.
Konon katanya, daun sembukan ini berkasiat bagi mereka yang susah buang angin/sakit perut, maklum kalo kita abis makan bothok sembukan maka tak lama, akan terdengar bunyi angin kejepit dari pantat..hahahaha....
