Jika sampeyan berkunjung ke Medan, ini adalah salah satu lokasi kuliner yang bisa dijadikan sebagai salah satu tujuan untuk makan malam. Lokasinya berada di Jalan Setiabudi, Medan yaitu Mie Aceh Titi Bobrok. Titi dalam bahasa Melayu berarti jembatan. Konon, katanya jembatan dekat kedai tersebut sangat rapuh, bahkan jika hujan lebat dan air sungai meluap, jembatan itu hanyut terbawa arus.
Soal makanan yang disajikan sangat tepat sekali buat sampeyan yang suka dengan makanan pedas. Tapi bagi yang nggak suka pedas pun juga nggak apa-apa sih, karena level kepedasan bisa dipesan sesuai dengan selera.
Secara umum, menu yang ditawarkan adalah mie yang diolah dengan berbagai selera, mulai dari kering, basah dan berkuah. Namun, kedai ini pun juga menyediakan nasi goreng udang, kepiting dan daging.
Kebetulan sejak tanggal 14 Oktober 2009 kemaren saya mendapat tugas ke Medan bersama rekan-rekan dan menyempatkan diri untuk mencoba menu Mie Aceh ini. Ternyata rasanya lumayan enak. Lihat aja gambar dibawah ini....
Dilihat aja udah enak bukan? Hehehe...
Jika saya lihat, sayangnya rasa enak itu tidak diimbangi dengan kebersihan dan layanan yang baik di kedai ini. Contohnya pada saat kami berkunjung kembali ke kedai tersebut pada tanggal 20 Oktober 2009. Saat itu saya memesan menu yang lain, yaitu nasi goreng udang. Pada awalnya pelayan mengatakan nasi goreng udang tersedia, namun setelah ditunggu lama sekali tidak kunjung datang juga. Hingga pada akhirnya tanpa minta maaf, pelayan memberitahukan jika pesanan menu saya tidak tersedia. Padahal saat itu pesanan rekan-rekan yang lain sudah habis semua. Wuaahhhh....
Terpaksalah saya makan nasi goreng ala kadarnya. Namun tanpa diduga sebelumnya, begitu nasi goreng sedikit demi sedikit habis, terkuak juga piring yang digunakan (berupa piring plastik) ternyata nggak enak dipandang mata. Piring tersebut disana sini terlihat bekas sundutan rokok. Waduh... jika tidak karena amat sangat lapar, pasti sudah hilang selera makan saya saat itu juga.
Mungkin itu karena saking ramainya pengunjung hingga hal kecil seperti itu jadi terabaikan. Semoga hal-hal ini dapat diperbaiki demi layanan yang baik bagi pelanggan oleh pemilik kedai Mie Aceh Titi Bobrok Medan. Yang jelas, untuk masalah rasa, Mie Aceh Titi Bobrok masih bisa diandalkan.
Senin, Oktober 26, 2009
Wisata Kuliner di Medan: Mie Aceh Titi Bobrok
Selasa, Oktober 20, 2009
Apakah itu?
Manusia tak akan hidup selamanya. Kita akan menua, berkurang ingatan dan akhirnya meninggalkan dunia ini. Mungkin saat ini kita masih muda, ingatlah kewajiban kita untuk berbakti kepada orang tua.
Ini adalah film yang cukup menyentuh.
Bagaimana pendapat sampeyan? Sudahkah kita berbakti kepada orang tua kita?
Senin, Oktober 05, 2009
Bagaimana memilih metodologi pengembangan sistem yang tepat?
Pada tulisan sebelumnya saya telah memaparkan beberapa metodologi yang dapat digunakan dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Pertanyaannya kemudian, metodologi apa yang sebaiknya digunakan?
Memilih sebuah metodologi bukanlah hal yang mudah dilakukan karena tidak satupun metodologi yang bisa dikatakan terbaik. Setiap organisasi biasanya memiliki standarisasi tertentu. Sebenarnya banyak hal yang bisa dijadikan pertimbangan dalam pemilihan sebuah metodologi. Pada gambar berikut ditampilkan komparasi dari metodologi pengembangan sistem.
Beberapa pertimbangan pemilihan metodologi meliputi; kejelasan kebutuhan pengguna (clarity user requirement), penguasaan teknologi (familiarity with technology), tingkat kerumitan sistem (system complexity), tingkat kehandalan sistem (system realibility), waktu pelaksanaan (short time schedules) dan visibilitas jadwal pelaksanaan (schedule visibility)- Kejelasan kebutuhan pengguna
Jika pada suatu saat kita dihadapkan pada kondisi ketidakjelasan kebutuhan pengguna, maka metodologi RAD berbasis prototipe dan prototipe sekali pakai (throwaway prototyping) merupakan salah satu metodologi yang tepat untuk digunakan. - Penguasaan teknologi
Penguasaan teknologi merupakan satu bagian yang vital untuk dipertimbangkan dalam menentukan sebuah metodologi. Familiaritas terhadap teknologi dasar yang tidak memadai akan menimbulkan pembengkakan waktu dan biaya. - Tingkat kerumitan sistem yang akan dibangun
Sistem yang kompleks membutuhkan analisis dan desain yang sangat hati-hati. Oleh karena itu methodologi agile dan prototyping dipandang kurang begitu baik diterapkan jika tingkat kerumitan sistem sangat tinggi. - Tingkat kehandalan sistem
Kehandalan sistem biasanya merupakan faktor penting dalam pengembangan sistem. Metodologi berbasis prototipe umumnya bukan pilihan yang baik karena mereka kurang berhati-hati tahap analisis dan desain. - Waktu pelaksanaan pengembangan
Metodologi berbasis RAD cocok untuk proyek-proyek dengan jadwal waktu singkat yang membutuhkan kecepatan deliverables. metodologi berbasis waterfall adalah pilihan terburuk ketika waktu adalah penting karena tidak memungkinkan untuk memudahkan perubahan jadwal. - Visibilitas jadwal pelaksanaan
Metodologi berbasis RAD banyak bergerak dari keputusan2 penting sehingga metodologi ini paling cocok diterapkan jika manager proyek mengenali dan memberikan perhatian lebih bagi tahapan yang mempunyai faktor resiko dan ekspetasi yang tinggi.
Referensi:
- Systems Analysis and Design with UML Version 2.0: An Object-Oriented Approach, 2nd Edition, Alan Dennis, Barbara Wixom, and David Tegarden, 2005
Kamis, September 17, 2009
Tugas terakhir
Dikisahkan, seorang tukang kayu yang telah kelelahan berkarya ingin segera menjalani kehidupan pensiunnya, sejak awal dia adalah tukang kayu yang berbakat, tukang kayu yang berdedikasi tinggi atas pekerjaannya, tukang kayu yang bertanggung jawab penuh. Ketika ia menyampaikan keinginannya kepada Sang Tuan, ia malah diberi tugas terakhir sebelum pensiun, sang Tuan ingin ia membuat sebuah rumah megah untuknya.
Tukang kayu yang berbakat itu tiba-tiba berubah, ia menjadi tukang kayu yang sembrono, tukang kayu yang asal-asalan. Pukulan palu yang harus ia ayunkan tiga kali, hanya ia ayunkan satu kali, itu pun ia lakukan dengan tidak sepenuh hati. Dengan terpaksa ia menyelesaikan tugas terakhirnya, ia merasa Sang Tuan tidak lagi berpihak padanya, ia sungguh kecewa. Dan kekecewaannya ia lampiaskan pada pekerjaanya.
Sebuah “Rumah Mewah” yang jauh dari arti “Mewah ” akhirnya selesai tepat waktu.Ketika hari pensiun tiba, sang tukang kayu akhirnya mendapat sebuah amplop yang berisi sejumlah uang pensiun dan sebuah “KUNCI” rumah. Ketika ia menerimanya segera ia tersadar, ternyata kunci yang digenggamnya adalah kunci dari “Rumah Mewah” yang baru selesai dibangunnya. “Hadiah special ini dipersembahkan padamu, karena kerjamu yang luar biasa dan berdedikasi selama bekerja di sini.” Kata Sang Tuan. Lalu, sang tukang kayu hanya mampu melihat kunci rumah itu dengan “PENYESALAN”.
Pembaca, artikel diatas saya cuplik dari sebuah cerita bijak Andrie Wongso. Cerita tersebut mengingatkan kita, pada detik-detik terakhir bulan Ramadhan seperti saat ini. Ya.. begitu banyak diantara kita yang di hari-hari terakhir bulan Ramadhan seperti tukang kayu tersebut.
Jika diawal bulan Ramadhan, masjid selalu penuh orang sholat taraweh, bahkan beberapa kali saya sendiri tak kebagian tempat di shaf-shaf depan, maka di sepuluh hari terakhir, kondisi ini banyak yang berbeda. Barisan sholat mengalami banyak kemajuan. Yang tadinya diawal Ramadhan kita berada di shaf belakang, maka saat ini kita dengan leluasa berada di shaf terdepan. :p
Bahkan masjid dan mushola sudah tak ramai lagi dengan jamaah. Jamaah telah pindah ke mal, pertokoan, stasiun kereta, terminal bis atau bandara! Tradisi tadarus malam berubah menjadi midnight shopping! Ibadah kita pun juga sudah asal-asalan. Konsentrasinya telah berubah untuk persiapan lebaran.
Semoga, diakhir Ramadhan ini, kita bukanlah si tukang kayu tadi yang akhirnya hanya mendapatkan penyesalan. Ibadah kita semakin mantab dan perburuan malam lailatul qadar kitapun menemukan hasilnya. Amien.
Akhirnya, saya mengucapkan selamat menjalankan hari-hari terakhir menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan 1430H dan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir dan bathin..
** foto diambil dari sini
Rabu, September 16, 2009
Pertamax, Gan..
Artikel ini sejatinya saya tulis gara-gara baca status Facebooknya Mas Arif Widianto. Bisa jadi jika sampeyan merupakan salah satu member aktif Kaskus, maka sampeyan tidak asing lagi dengan kata-kata ini: "Gan", "Pertamax", "Timpuk Cendol", "Ijo-ijo" dan lain-lain.
Dalam statusnya, Mas Arif menyatakan bahwa panggilan Gan, merupakan indikasi masih adanya mental terjajah dari user internet. Saya enggak tahu pasti apa yang dimaksud dengan mental terjajah ini, siapa yang terjajah dan siapa yang menjajah.. serba tidak jelas memang.
Saya coba mencari penelurusan arti dan maksud dari kata-kata tersebut.
Gan
Bisa jadi ini merupakan singkatan dari kata "Juragan". Menurut KKBI daring, arti juragan sendiri adalah pengganti kata tuan/nyonya dari pekerja/orang upahan terhadap majikannya.
Jika berdasarkan dengan arti disini, maka bisa jadi apa yang dikatakan oleh temen saya tadi benar adanya. Sebutan ini di internet memang diakui pertama kali dipopulerkan oleh forum Kaskus, namun tentu saja makna sesungguhnya dalam forum tersebut tidak seperti yang dituliskan di kamus tersebut. Sebutan "gan" dalam Kaskus tak lebih upaya penghormatan bagi sesama anggota forum. Disamping itu ada pula panggilan "momod" dan "mimin" yang hanya ditujukan oleh kaskuser bagi moderator saja.
ju·ra·gan n 1 sebutan orang upahan thd majikan; tuan; nyonya; 2 pemilik perusahaan (terutama perusahaan batik): ia adalah seorang -- batik yg kaya raya; 3 pemilik dan pemimpin perahu (kapal)
Pertamax
Yang jelas kata ini bukanlah sejenis bahan bakar yang dijual oleh SPBU Pertama. Jauhhh sekali artinya. Bahkan bisa jadi kita tak akan menemukannya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Terus terang saya juga penasaran banget dengan kata ini. Syukurlah, dalam beberapa thread pencarian di Google, akhirnya dapat ditemukan makna yang mungkin mendekati kebenaran. Pertamax, sebenarnya merupakan gabungan dari 2 kata, yaitu "pertama" dan "x (baca: kali)". Jadi "pertamax" sebenarnya harus dibaca sebagai "pertama kali". Memang ada sedikit unsur alay disini :D. Pertamax itu bisa jadi suatu gengsi tersendiri,soalnya susah buat reply yang paling pertama di thread stater (TS) kaskus berhubung forum itu rame banget.
Cendol, Ijo-ijo dan bata merahSebenarnya kata-kata ini lebih diarahkan kepada rating sebuah topik. Kata sebenarnya adalah good reputation point (GRP) dan bad reputation point (BRP). Jika sebuah topik mendapatkan rating yang positif maka user (kaskuser) yang lin dapat memberikan cendol atau ijo-ijo sebagai bentuk GRP. Sedangkan jika topiknya basi maka user yang lain dapat melemparkan sebuah bata sebagai bentuk BRP. Hanya user yang telah memposting 2000 post yang bisa memberikan cendol atau bata merah.
Maho
Kependekan dari "manusia homo." Kata yang digunakan untuk mencela. (emoticon maho)
Thread/Trit
Halaman berisi suatu topik yang dibuat oleh seorang Kaskuser. Orang yang memulai sebuah thread disebut TS (thread starter).
TKP
Singkatan dari "tempat kejadian perkara", digunakan untuk menggantikan kata pranala (link)
Kulkas
Kata lain dari control panel, tempat untuk melihat jumlah BRP ataupun GRP yang telah diterima.
Jadi apakah sampeyan pengen yang pertamax ngisi komentar di artikel ini? :p
Referensi:
- Yahoo Answer: Apasih artinya PERTAMAX & GAN di internet itu..?
- Kaskus Thread





