Senin, Oktober 26, 2009

Wisata Kuliner di Medan: Mie Aceh Titi Bobrok

Jika sampeyan berkunjung ke Medan, ini adalah salah satu lokasi kuliner yang bisa dijadikan sebagai salah satu tujuan untuk makan malam. Lokasinya berada di Jalan Setiabudi, Medan yaitu Mie Aceh Titi Bobrok. Titi dalam bahasa Melayu berarti jembatan. Konon, katanya jembatan dekat kedai tersebut sangat rapuh, bahkan jika hujan lebat dan air sungai meluap, jembatan itu hanyut terbawa arus.

Soal makanan yang disajikan sangat tepat sekali buat sampeyan yang suka dengan makanan pedas. Tapi bagi yang nggak suka pedas pun juga nggak apa-apa sih, karena level kepedasan bisa dipesan sesuai dengan selera.

Secara umum, menu yang ditawarkan adalah mie yang diolah dengan berbagai selera, mulai dari kering, basah dan berkuah. Namun, kedai ini pun juga menyediakan nasi goreng udang, kepiting dan daging.

Kebetulan sejak tanggal 14 Oktober 2009 kemaren saya mendapat tugas ke Medan bersama rekan-rekan dan menyempatkan diri untuk mencoba menu Mie Aceh ini. Ternyata rasanya lumayan enak. Lihat aja gambar dibawah ini....

Dilihat aja udah enak bukan? Hehehe...

Jika saya lihat, sayangnya rasa enak itu tidak diimbangi dengan kebersihan dan layanan yang baik di kedai ini. Contohnya pada saat kami berkunjung kembali ke kedai tersebut pada tanggal 20 Oktober 2009. Saat itu saya memesan menu yang lain, yaitu nasi goreng udang. Pada awalnya pelayan mengatakan nasi goreng udang tersedia, namun setelah ditunggu lama sekali tidak kunjung datang juga. Hingga pada akhirnya tanpa minta maaf, pelayan memberitahukan jika pesanan menu saya tidak tersedia. Padahal saat itu pesanan rekan-rekan yang lain sudah habis semua. Wuaahhhh....

Terpaksalah saya makan nasi goreng ala kadarnya. Namun tanpa diduga sebelumnya, begitu nasi goreng sedikit demi sedikit habis, terkuak juga piring yang digunakan (berupa piring plastik) ternyata nggak enak dipandang mata. Piring tersebut disana sini terlihat bekas sundutan rokok. Waduh... jika tidak karena amat sangat lapar, pasti sudah hilang selera makan saya saat itu juga.

Mungkin itu karena saking ramainya pengunjung hingga hal kecil seperti itu jadi terabaikan. Semoga hal-hal ini dapat diperbaiki demi layanan yang baik bagi pelanggan oleh pemilik kedai Mie Aceh Titi Bobrok Medan. Yang jelas, untuk masalah rasa, Mie Aceh Titi Bobrok masih bisa diandalkan.

Selasa, Oktober 20, 2009

Apakah itu?

Manusia tak akan hidup selamanya. Kita akan menua, berkurang ingatan dan akhirnya meninggalkan dunia ini. Mungkin saat ini kita masih muda, ingatlah kewajiban kita untuk berbakti kepada orang tua.

Ini adalah film yang cukup menyentuh.



Bagaimana pendapat sampeyan? Sudahkah kita berbakti kepada orang tua kita?

Senin, Oktober 05, 2009

Bagaimana memilih metodologi pengembangan sistem yang tepat?

Pada tulisan sebelumnya saya telah memaparkan beberapa metodologi yang dapat digunakan dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Pertanyaannya kemudian, metodologi apa yang sebaiknya digunakan?


Memilih sebuah metodologi bukanlah hal yang mudah dilakukan karena tidak satupun metodologi yang bisa dikatakan terbaik. Setiap organisasi biasanya memiliki standarisasi tertentu. Sebenarnya banyak hal yang bisa dijadikan pertimbangan dalam pemilihan sebuah metodologi. Pada gambar berikut ditampilkan komparasi dari metodologi pengembangan sistem.

Klik untuk memperjelas gambarBeberapa pertimbangan pemilihan metodologi meliputi; kejelasan kebutuhan pengguna (clarity user requirement), penguasaan teknologi (familiarity with technology), tingkat kerumitan sistem (system complexity), tingkat kehandalan sistem (system realibility), waktu pelaksanaan (short time schedules) dan visibilitas jadwal pelaksanaan (schedule visibility)
  • Kejelasan kebutuhan pengguna
    Jika pada suatu saat kita dihadapkan pada kondisi ketidakjelasan kebutuhan pengguna, maka metodologi RAD berbasis prototipe dan prototipe sekali pakai (throwaway prototyping) merupakan salah satu metodologi yang tepat untuk digunakan.

  • Penguasaan teknologi
    Penguasaan teknologi merupakan satu bagian yang vital untuk dipertimbangkan dalam menentukan sebuah metodologi. Familiaritas terhadap teknologi dasar yang tidak memadai akan menimbulkan pembengkakan waktu dan biaya.

  • Tingkat kerumitan sistem yang akan dibangun
    Sistem yang kompleks membutuhkan analisis dan desain yang sangat hati-hati. Oleh karena itu methodologi agile dan prototyping dipandang kurang begitu baik diterapkan jika tingkat kerumitan sistem sangat tinggi.

  • Tingkat kehandalan sistem
    Kehandalan sistem biasanya merupakan faktor penting dalam pengembangan sistem. Metodologi berbasis prototipe umumnya bukan pilihan yang baik karena mereka kurang berhati-hati tahap analisis dan desain.

  • Waktu pelaksanaan pengembangan
    Metodologi berbasis RAD cocok untuk proyek-proyek dengan jadwal waktu singkat yang membutuhkan kecepatan deliverables. metodologi berbasis waterfall adalah pilihan terburuk ketika waktu adalah penting karena tidak memungkinkan untuk memudahkan perubahan jadwal.

  • Visibilitas jadwal pelaksanaan
    Metodologi berbasis RAD banyak bergerak dari keputusan2 penting sehingga metodologi ini paling cocok diterapkan jika manager proyek mengenali dan memberikan perhatian lebih bagi tahapan yang mempunyai faktor resiko dan ekspetasi yang tinggi.
Setelah membaca ulasan ini, semoga kita tak lagi bingung untuk mencantumkan metodologi apa yang akan digunakan saat kita mulai menuliskan sebuah proposal proyek pengembangan sistem informasi. Semoga...

Referensi:
- Systems Analysis and Design with UML Version 2.0: An Object-Oriented Approach, 2nd Edition, Alan Dennis, Barbara Wixom, and David Tegarden, 2005