Kamis, Desember 17, 2009

Kisah Rasulullah dan Seorang Anak Yatim

Kisah ini terjadi di Madinah pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri. Rasulullah saw seperti biasanya mengunjungi rumah demi rumah untuk mendoakan para muslimin dan muslimah, mukminin dan mukminah agar merasa bahagia di hari raya itu. Alhamdulillah, semua terlihat merasa gembira dan bahagia, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari kesana kemari dengan mengenakan pakaian hari rayanya. Namun tiba-tiba Rasulullah saw melihat di sebuah sudut ada seorang gadis kecil sedang duduk bersedih. Ia memakai pakaian tambal-tambal dan sepatu yang telah usang.

Rasulullah saw lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu. Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yang putih sewangi bunga mawar itu dengan penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya dengan suaranya yang lembut : “Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah hari raya bukan?” Gadis kecil itu terkejut. Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, perlahan-lahan ia menjawab sambil bercerita : “Pada hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakannya bersama orang tuanya dengan berbahagia. Anak-anak bermain dengan riang gembira. Aku lalu teringat pada ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikanku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah saw. Ia bertarung bersama Rasulullah saw bahu-membahu dan kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu siapa lagi?”

Setelah Rasulullah saw mendengar cerita itu, seketika hatinya diliputi kesedihan yang mendalam. Dengan penuh kasih sayang ia membelai kepala gadis kecil itu sambil berkata: “Anakku, hapuslah air matamu… Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yang akan kukatakan kepadamu…. Apakah kamu ingin agar aku menjadi ayahmu? …. Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu…. dan Aisyah menjadi ibumu…. Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?”

Begitu mendengar kata-kata itu, gadis kecil itu langsung berhenti menangis. Ia memandang dengan penuh takjub orang yang berada tepat di hadapannya. Masya Allah! Benar, ia adalah Rasulullah saw, orang tempat ia baru saja mencurahkan kesedihannya dan menumpahkan segala gundah di hatinya. Gadis yatim kecil itu sangat tertarik pada tawaran Rasulullah saw, namun entah mengapa ia tidak bisa berkata sepatah katapun. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya perlahan sebagai tanda persetujuannya. Gadis yatim kecil itu lalu bergandengan tangan dengan Rasulullah saw menuju ke rumah. Hatinya begitu diliputi kebahagiaan yang sulit untuk dilukiskan, karena ia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah saw yang lembut seperti sutra itu.

Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu lalu dibersihkan dan rambutnya disisir. Semua memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan diberikan makanan, juga uang saku untuk hari raya. Lalu ia diantar keluar, agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya. Anak-anak lain merasa iri pada gadis kecil dengan gaun yang indah dan wajah yang berseri-seri itu. Mereka merasa keheranan, lalu bertanya :

“Gadis kecil, apa yang telah terjadi? Mengapa kamu terlihat sangat gembira?”

Sambil menunjukkan gaun baru dan uang sakunya gadis kecil itu menjawab :

“Akhirnya aku memiliki seorang ayah! Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! Siapa yang tidak bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah? Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, yang hatinya begitu mulia. Juga seorang kakak perempuan, namanya Fatimah. Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yang indah ini. Aku merasa sangat bahagia, dan ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia beserta isinya.”

Rasulullah saw bersabda : ”Siapa yang memakaikan seorang anak pakaian yang indah dan mendandaninya pada hari raya, maka Allah SWT akan mendandani/menghiasinya pada hari Kiamat. Allah SWT mencintai terutama setiap rumah, yang di dalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barangsiapa yang memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di surga.”

Pembaca itulah sekelumit kisah yang saya pernah dengarkan pada sebuah kotbah jumat (ditambah referensi dari beberapa sumber). Semoga bermanfaat bagi kita semua. Akhirnya saya mengucapkan Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1431 H dimana pada bulan itu konon kabarnya terdapat hari Asyura, hari untuk anak yatim.

Gambar dari sini.

Selasa, Desember 01, 2009

Subhanallah, kisah seorang anak yang dirindukan surga

Kisah ini cukup membuat saya terharu. Seorang anak yang masih berusia 6 tahun sehari-harinya harus mengurus ibunya mulai dari makan, minum, mandi, hingga buang air.




Sinar namanya. Bocah berumur enam tahun tersebut juga menjadi sinar bagi sang bunda. Membantu memindahkan ibunya yang lumpuh menjadi keseharian Sinar. Penuh kasih sayang Sinar mengurus ibunya.

Sudah dua tahun Murni lumpuh karena terjatuh. Sejak itu pula hidupnya tergantung pada sang anak. Makan, minum, mandi, hingga buang air. Memasak nasi untuk sang ibu sudah pasti jadi tugas Sinar. Hanya nasi. Tidak ada lauk apa pun. Simpati tetangga dan kerabat terkadang menguatkan Sinar dan ibunya menghadapi hidup.

Bocah kelas satu sekolah dasar ini bahkan kerap terlambat ke sekolah karena harus mengurus ibunya. Sinar adalah bungsu dari enam bersaudara. Lima kakaknya yang juga belum dewasa tinggal terpisah. Mereka menjadi pembantu rumah tangga. Ini terpaksa dilakukan karena masalah ekonomi.

Sementara sang ayah sudah sekian tahun merantau ke Malaysia. Hanya album foto-foto keluarga yang jadi pengobat rindu pada anak-anak dan sang suami.

Rumah Murni di Desa Riso, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pernah ramai saat pemilihan umum lalu. Poster dan foto-foto calon legislatif masih menempel di mana-mana. Pemilu usai, Sinar dan ibunya pun terlupakan. Tapi Sinar selalu ada di sini. Ia menerangi rumah ini.

Sumber: http://berita.liputan6.com/sosbud/200911/252923/Penuh.Kasih.Bocah.Itu.Mengurus.Ibunya

Senin, Oktober 26, 2009

Wisata Kuliner di Medan: Mie Aceh Titi Bobrok

Jika sampeyan berkunjung ke Medan, ini adalah salah satu lokasi kuliner yang bisa dijadikan sebagai salah satu tujuan untuk makan malam. Lokasinya berada di Jalan Setiabudi, Medan yaitu Mie Aceh Titi Bobrok. Titi dalam bahasa Melayu berarti jembatan. Konon, katanya jembatan dekat kedai tersebut sangat rapuh, bahkan jika hujan lebat dan air sungai meluap, jembatan itu hanyut terbawa arus.

Soal makanan yang disajikan sangat tepat sekali buat sampeyan yang suka dengan makanan pedas. Tapi bagi yang nggak suka pedas pun juga nggak apa-apa sih, karena level kepedasan bisa dipesan sesuai dengan selera.

Secara umum, menu yang ditawarkan adalah mie yang diolah dengan berbagai selera, mulai dari kering, basah dan berkuah. Namun, kedai ini pun juga menyediakan nasi goreng udang, kepiting dan daging.

Kebetulan sejak tanggal 14 Oktober 2009 kemaren saya mendapat tugas ke Medan bersama rekan-rekan dan menyempatkan diri untuk mencoba menu Mie Aceh ini. Ternyata rasanya lumayan enak. Lihat aja gambar dibawah ini....

Dilihat aja udah enak bukan? Hehehe...

Jika saya lihat, sayangnya rasa enak itu tidak diimbangi dengan kebersihan dan layanan yang baik di kedai ini. Contohnya pada saat kami berkunjung kembali ke kedai tersebut pada tanggal 20 Oktober 2009. Saat itu saya memesan menu yang lain, yaitu nasi goreng udang. Pada awalnya pelayan mengatakan nasi goreng udang tersedia, namun setelah ditunggu lama sekali tidak kunjung datang juga. Hingga pada akhirnya tanpa minta maaf, pelayan memberitahukan jika pesanan menu saya tidak tersedia. Padahal saat itu pesanan rekan-rekan yang lain sudah habis semua. Wuaahhhh....

Terpaksalah saya makan nasi goreng ala kadarnya. Namun tanpa diduga sebelumnya, begitu nasi goreng sedikit demi sedikit habis, terkuak juga piring yang digunakan (berupa piring plastik) ternyata nggak enak dipandang mata. Piring tersebut disana sini terlihat bekas sundutan rokok. Waduh... jika tidak karena amat sangat lapar, pasti sudah hilang selera makan saya saat itu juga.

Mungkin itu karena saking ramainya pengunjung hingga hal kecil seperti itu jadi terabaikan. Semoga hal-hal ini dapat diperbaiki demi layanan yang baik bagi pelanggan oleh pemilik kedai Mie Aceh Titi Bobrok Medan. Yang jelas, untuk masalah rasa, Mie Aceh Titi Bobrok masih bisa diandalkan.

Selasa, Oktober 20, 2009

Apakah itu?

Manusia tak akan hidup selamanya. Kita akan menua, berkurang ingatan dan akhirnya meninggalkan dunia ini. Mungkin saat ini kita masih muda, ingatlah kewajiban kita untuk berbakti kepada orang tua.

Ini adalah film yang cukup menyentuh.



Bagaimana pendapat sampeyan? Sudahkah kita berbakti kepada orang tua kita?

Senin, Oktober 05, 2009

Bagaimana memilih metodologi pengembangan sistem yang tepat?

Pada tulisan sebelumnya saya telah memaparkan beberapa metodologi yang dapat digunakan dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Pertanyaannya kemudian, metodologi apa yang sebaiknya digunakan?


Memilih sebuah metodologi bukanlah hal yang mudah dilakukan karena tidak satupun metodologi yang bisa dikatakan terbaik. Setiap organisasi biasanya memiliki standarisasi tertentu. Sebenarnya banyak hal yang bisa dijadikan pertimbangan dalam pemilihan sebuah metodologi. Pada gambar berikut ditampilkan komparasi dari metodologi pengembangan sistem.

Klik untuk memperjelas gambarBeberapa pertimbangan pemilihan metodologi meliputi; kejelasan kebutuhan pengguna (clarity user requirement), penguasaan teknologi (familiarity with technology), tingkat kerumitan sistem (system complexity), tingkat kehandalan sistem (system realibility), waktu pelaksanaan (short time schedules) dan visibilitas jadwal pelaksanaan (schedule visibility)
  • Kejelasan kebutuhan pengguna
    Jika pada suatu saat kita dihadapkan pada kondisi ketidakjelasan kebutuhan pengguna, maka metodologi RAD berbasis prototipe dan prototipe sekali pakai (throwaway prototyping) merupakan salah satu metodologi yang tepat untuk digunakan.

  • Penguasaan teknologi
    Penguasaan teknologi merupakan satu bagian yang vital untuk dipertimbangkan dalam menentukan sebuah metodologi. Familiaritas terhadap teknologi dasar yang tidak memadai akan menimbulkan pembengkakan waktu dan biaya.

  • Tingkat kerumitan sistem yang akan dibangun
    Sistem yang kompleks membutuhkan analisis dan desain yang sangat hati-hati. Oleh karena itu methodologi agile dan prototyping dipandang kurang begitu baik diterapkan jika tingkat kerumitan sistem sangat tinggi.

  • Tingkat kehandalan sistem
    Kehandalan sistem biasanya merupakan faktor penting dalam pengembangan sistem. Metodologi berbasis prototipe umumnya bukan pilihan yang baik karena mereka kurang berhati-hati tahap analisis dan desain.

  • Waktu pelaksanaan pengembangan
    Metodologi berbasis RAD cocok untuk proyek-proyek dengan jadwal waktu singkat yang membutuhkan kecepatan deliverables. metodologi berbasis waterfall adalah pilihan terburuk ketika waktu adalah penting karena tidak memungkinkan untuk memudahkan perubahan jadwal.

  • Visibilitas jadwal pelaksanaan
    Metodologi berbasis RAD banyak bergerak dari keputusan2 penting sehingga metodologi ini paling cocok diterapkan jika manager proyek mengenali dan memberikan perhatian lebih bagi tahapan yang mempunyai faktor resiko dan ekspetasi yang tinggi.
Setelah membaca ulasan ini, semoga kita tak lagi bingung untuk mencantumkan metodologi apa yang akan digunakan saat kita mulai menuliskan sebuah proposal proyek pengembangan sistem informasi. Semoga...

Referensi:
- Systems Analysis and Design with UML Version 2.0: An Object-Oriented Approach, 2nd Edition, Alan Dennis, Barbara Wixom, and David Tegarden, 2005

Kamis, September 17, 2009

Tugas terakhir

Dikisahkan, seorang tukang kayu yang telah kelelahan berkarya ingin segera menjalani kehidupan pensiunnya, sejak awal dia adalah tukang kayu yang berbakat, tukang kayu yang berdedikasi tinggi atas pekerjaannya, tukang kayu yang bertanggung jawab penuh. Ketika ia menyampaikan keinginannya kepada Sang Tuan, ia malah diberi tugas terakhir sebelum pensiun, sang Tuan ingin ia membuat sebuah rumah megah untuknya.

Tukang kayu yang berbakat itu tiba-tiba berubah, ia menjadi tukang kayu yang sembrono, tukang kayu yang asal-asalan. Pukulan palu yang harus ia ayunkan tiga kali, hanya ia ayunkan satu kali, itu pun ia lakukan dengan tidak sepenuh hati. Dengan terpaksa ia menyelesaikan tugas terakhirnya, ia merasa Sang Tuan tidak lagi berpihak padanya, ia sungguh kecewa. Dan kekecewaannya ia lampiaskan pada pekerjaanya.

Sebuah “Rumah Mewah” yang jauh dari arti “Mewah ” akhirnya selesai tepat waktu.Ketika hari pensiun tiba, sang tukang kayu akhirnya mendapat sebuah amplop yang berisi sejumlah uang pensiun dan sebuah “KUNCI” rumah. Ketika ia menerimanya segera ia tersadar, ternyata kunci yang digenggamnya adalah kunci dari “Rumah Mewah” yang baru selesai dibangunnya. “Hadiah special ini dipersembahkan padamu, karena kerjamu yang luar biasa dan berdedikasi selama bekerja di sini.” Kata Sang Tuan. Lalu, sang tukang kayu hanya mampu melihat kunci rumah itu dengan “PENYESALAN”.

Pembaca, artikel diatas saya cuplik dari sebuah cerita bijak Andrie Wongso. Cerita tersebut mengingatkan kita, pada detik-detik terakhir bulan Ramadhan seperti saat ini. Ya.. begitu banyak diantara kita yang di hari-hari terakhir bulan Ramadhan seperti tukang kayu tersebut.

Jika diawal bulan Ramadhan, masjid selalu penuh orang sholat taraweh, bahkan beberapa kali saya sendiri tak kebagian tempat di shaf-shaf depan, maka di sepuluh hari terakhir, kondisi ini banyak yang berbeda. Barisan sholat mengalami banyak kemajuan. Yang tadinya diawal Ramadhan kita berada di shaf belakang, maka saat ini kita dengan leluasa berada di shaf terdepan. :p

Bahkan masjid dan mushola sudah tak ramai lagi dengan jamaah. Jamaah telah pindah ke mal, pertokoan, stasiun kereta, terminal bis atau bandara! Tradisi tadarus malam berubah menjadi midnight shopping! Ibadah kita pun juga sudah asal-asalan. Konsentrasinya telah berubah untuk persiapan lebaran.

Semoga, diakhir Ramadhan ini, kita bukanlah si tukang kayu tadi yang akhirnya hanya mendapatkan penyesalan. Ibadah kita semakin mantab dan perburuan malam lailatul qadar kitapun menemukan hasilnya. Amien.

Akhirnya, saya mengucapkan selamat menjalankan hari-hari terakhir menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan 1430H dan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir dan bathin..

** foto diambil dari sini

Rabu, September 16, 2009

Pertamax, Gan..

Artikel ini sejatinya saya tulis gara-gara baca status Facebooknya Mas Arif Widianto. Bisa jadi jika sampeyan merupakan salah satu member aktif Kaskus, maka sampeyan tidak asing lagi dengan kata-kata ini: "Gan", "Pertamax", "Timpuk Cendol", "Ijo-ijo" dan lain-lain.


Dalam statusnya, Mas Arif menyatakan bahwa panggilan Gan, merupakan indikasi masih adanya mental terjajah dari user internet. Saya enggak tahu pasti apa yang dimaksud dengan mental terjajah ini, siapa yang terjajah dan siapa yang menjajah.. serba tidak jelas memang.

Saya coba mencari penelurusan arti dan maksud dari kata-kata tersebut.

Gan
Bisa jadi ini merupakan singkatan dari kata "Juragan". Menurut KKBI daring, arti juragan sendiri adalah pengganti kata tuan/nyonya dari pekerja/orang upahan terhadap majikannya.

ju·ra·gan n 1 sebutan orang upahan thd majikan; tuan; nyonya; 2 pemilik perusahaan (terutama perusahaan batik): ia adalah seorang -- batik yg kaya raya; 3 pemilik dan pemimpin perahu (kapal)
Jika berdasarkan dengan arti disini, maka bisa jadi apa yang dikatakan oleh temen saya tadi benar adanya. Sebutan ini di internet memang diakui pertama kali dipopulerkan oleh forum Kaskus, namun tentu saja makna sesungguhnya dalam forum tersebut tidak seperti yang dituliskan di kamus tersebut. Sebutan "gan" dalam Kaskus tak lebih upaya penghormatan bagi sesama anggota forum. Disamping itu ada pula panggilan "momod" dan "mimin" yang hanya ditujukan oleh kaskuser bagi moderator saja.

Pertamax
Yang jelas kata ini bukanlah sejenis bahan bakar yang dijual oleh SPBU Pertama. Jauhhh sekali artinya. Bahkan bisa jadi kita tak akan menemukannya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Terus terang saya juga penasaran banget dengan kata ini. Syukurlah, dalam beberapa thread pencarian di Google, akhirnya dapat ditemukan makna yang mungkin mendekati kebenaran. Pertamax, sebenarnya merupakan gabungan dari 2 kata, yaitu "pertama" dan "x (baca: kali)". Jadi "pertamax" sebenarnya harus dibaca sebagai "pertama kali". Memang ada sedikit unsur alay disini :D. Pertamax itu bisa jadi suatu gengsi tersendiri,soalnya susah buat reply yang paling pertama di thread stater (TS) kaskus berhubung forum itu rame banget.

Cendol, Ijo-ijo dan bata merah
Sebenarnya kata-kata ini lebih diarahkan kepada rating sebuah topik. Kata sebenarnya adalah good reputation point (GRP) dan bad reputation point (BRP). Jika sebuah topik mendapatkan rating yang positif maka user (kaskuser) yang lin dapat memberikan cendol atau ijo-ijo sebagai bentuk GRP. Sedangkan jika topiknya basi maka user yang lain dapat melemparkan sebuah bata sebagai bentuk BRP. Hanya user yang telah memposting 2000 post yang bisa memberikan cendol atau bata merah.

Maho
Kependekan dari "manusia homo." Kata yang digunakan untuk mencela. (emoticon maho)

Thread/Trit
Halaman berisi suatu topik yang dibuat oleh seorang Kaskuser. Orang yang memulai sebuah thread disebut TS (thread starter).

TKP
Singkatan dari "tempat kejadian perkara", digunakan untuk menggantikan kata pranala (link)

Kulkas
Kata lain dari control panel, tempat untuk melihat jumlah BRP ataupun GRP yang telah diterima.

Jadi apakah sampeyan pengen yang pertamax ngisi komentar di artikel ini? :p

Referensi:
- Yahoo Answer: Apasih artinya PERTAMAX & GAN di internet itu..?
- Kaskus Thread

Senin, September 14, 2009

Mengenal Metodologi Pengembangan Sistem Informasi

Pada saat dihadapkan pada pemilihan metodologi pengembangan sistem, banyak diantara kita yang akhirnya bingung. Padahal salah menentukan metodologi, dapat merembet ke penyusunan jadwal, staffing proyek, biaya dan lain-lain. Oleh karena itu, pemilihan metodologi menurut saya merupakan bagian yang lumayan penting, tidak hanya pada saat pengembangan sistem informasi namun juga pada pengembangan proyek-proyek lain.

Dalam pengembangan sebuah sistem, kita mengenal konsep SDLC (system development life cycle). Secara global definisi SDLC dapat dikatakan sebagai suatu proses berkesinambungan untuk menciptakan atau merubah sebuah sistem, merupakan sebuah model atau metodologi yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem. Dapat dikatakan dalam SDLC merupakan usaha bagaimana sebuah sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, rancangan & pembangunan sistem serta delivering-nya kepada pengguna.

Secara umum, tahapan SDLC meliputi proses perencanaan, analisis, desain dan implementasi.

Planning
Proses perencanaan biasanya lebih menekankan pada alasan mengapa sebuah sistem harus dibuat.

Analysis
Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisis yang lebih menekankan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan dibuat.

Design
Sedangkan pada proses desain lebih menekankan kepada bagaimana sistem akan berjalan
Implementation
Tahap terakhir dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu proses delivery-nya kepada pengguna.

Pendekatan formal tahapan pengembangan sistem disebut metodologi. Saat ini bermacam-macam metodologi dalam pengembangan sistem. Wah, tambah bingung aja milihnya dong.. Nggak usah kuatir, sampeyan dapat memilih metodologi yang tepat disesuaikan dengan kebutuhan proses bisnis dan data yang mendukungnya.

Beberapa metodologi yang biasa dikenal antara lain Structural Design, Rapid Application Development (RAD) dan Agile Development.

Structural Design

Merupakan sebuah metode pengembangan sistem dimana antara satu fase ke fase yang lain dilakukan secara berurutan. Biasanya sebuah langkah akan diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Keuntungan menggunakan metodologi ini requirement harus didefinisikan lebih mendalam sebelum proses coding dilakukan. Disamping itu metodologi ini memungkinkan sesedikit mungkin perubahan dilakukan pada saat proyek berlangsung. Namun, metodologi ini juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya desain harus komplit sebelum programming dimulai, serta jika terjadi fase yang terlewati, maka biaya yang akan ditimbulkan akan lumayan besar.

Bagian dari metodologi ini antara lain Waterfall Modeling dan Parallel Development. Berbeda dengan Waterfall Modeling, Parallel Development memungkinkan beberapa fase dilakukan secara bersama-sama untuk mempersingkat waktu.

Rapid Application Development (RAD)

Metodologi ini melakukan beberapa penyesuaian terhadap SDLC pada beberapa bagian sehingga lebih cepat untuk sampai ke tangan pengguna. metodologi ini biasanya mensyaratkan beberapa teknik dan alat2 khusus agar proses bisa cepat, misalnya melakukan sesi joint application development (JAD), penggunaan alat-alat computer aided software engineering (CASE Tools), kode generator dan lain-lain.

Beberapa kategori RAD misalnya Phased Development, Prototyping dan Throw-away Prototyping. Phased Development membagi sistem secara keseluruhan menjadi beberapa versi sistem. Setelah desain untuk versi pertama selesai maka akan dilanjutkan ke implementasi. Setelah versi pertama terselesaikan, maka pengembang akan memulai lagi ke versi selanjutnya.

Metodologi prototyping melakukan analisis, desain dan implementasi secara bersamaan, kemudian dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapat review dari pengguna. Sebuah prototiping adalah sebuah sistem dalam fungsi yang sangat minimal.
Sedangkan metodologi Throwaway Prototyping hampir sama dengan metodologi Prototyping. Perbedaannya bahwa pada metodologi ini, analisis dilakukan lebih mendalam lagi.

Agile Development

Bisa dikatakan ini merupakan metodologi yang lebih cepat dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Metodologi ini melakukan perampingan pada proses pemodelan dan pembuatan dokumentasi. Pengembangan metodologi ini adalah eXtreme Programming dan Scrum.

Referensi:
- Systems Analysis and Design with UML Version 2.0: An Object-Oriented Approach, 2nd Edition, Alan Dennis, Barbara Wixom, and David Tegarden, 2005
- http://en.wikipedia.org/wiki/Systems_Development_Life_Cycle

Minggu, September 06, 2009

Yuk, bayar tol pakai e-Toll Card...

Saya merupakan salah satu dari sekian banyak pengguna jasa tol. Minimal sehari 2 kali melewati jalan tol, yaitu untuk berangkat dan pulang kerja. Sampai saat ini, hal yang paling menjengkelkan adalah ketika harus antri di pintu tol hanya untuk sekedar membayar tol. Biasanya ini saya alami pada pagi hari saat melintasi pintu tol dalam kota (Cililitan - Cawang). Saya tidak tahu, apa yang menyebabkan antrian panjang tatkala ada di pintu tol. Antrian yang panjang, kadangkala membuat suasana pagi yang seharusnya cerah menjadi muram.


Menurut analisa saya, bisa jadi antrian yang panjang ini disebabkan banyaknya pengguna jasa tol yang tidak membayar dengan uang pas, sehingga ada waktu lebih yang digunakan petugas pintu tol untuk mencari uang kembalian mereka. Bahkan, beberapa hari yang lalu, pintu-pintu tol dalam kota Jakarta ini kehabisan uang kembalian..Fyuhhhh...

Tidak bisa dipungkiri, memang banyak diantara pengguna tol memanfaatkan pintu-pintu tol sebagai sarana penukaran uang. Akibatnya, banyak diantara pengguna tol yang memang 'sengaja' tidak menyiapkan uang pas ketika membayar tol, termasuk saya hehehe.... Walaupun saya juga sering melakukan hal ini (hehehe..) tapi akhirnya saya pun harus insyaf..

Maka, tatkala beberapa hari kemaren ditawari mbak-mbak dari Bank Mandiri sebuah solusi kartu prabayar untuk membayar tol, e-Toll Card, saya pun membelinya satu dengan harga Rp. 50 rebu. Saya berfikir, tak mungkin menuntut antrian pintu tol lancar, jika saya sendiri secara sengaja ataupun tidak, ikut 'menghambat' jalan tol. Iya tho??

e-Toll Card ini katanya disamping bisa digunakan untuk membayar tol, katanya juga bisa digunakan untuk pembayaran belanja di Indomaret serta membeli bensin. Untuk kedua hal ini sampai saat ini saya belum melakukannya. Saya sih berharap kartu ini bisa digunakan lebih seperti halnya EZ-Link Card di negeri tetangga kita Singapura itu. Disamping bisa digunakan untuk bayar tol diseluruh Indonesia, juga bisa digunakan untuk bayar transportasi lain, misalnya kereta api (KRL), bus kota, taksi, mikrolet, metromini dll. Asyik khan...??

Semoga impian saya tersebut diatas bisa jadi kenyataan, mengingat sampai saat ini pun ternyata e-Toll Card itu sendiri hanya bisa digunakan di pintu tol yang tarifnya Rp. 5500 keatas saja. Sedangkan untuk pintu tol yang tarifnya kurang dari itu, misalnya di pintu tol Dukuh, Taman Mini, kartu ini belum bisa digunakan. Disamping itu, pada beberapa pintu tol juga tidak terdapat display yang bisa menunjukan jumlah debet dan saldo kartu terakhir. Ini juga sempet membuat saya was-was jika terjadi salah debet. Sebab di beberapa forum, banyak yang mengeluhkan telah terjadi dobel debet pada kartu tersebut. Namun, alhamdulillah sampai saat ini belum terjadi hal itu pada saya.

Apakah sampeyan punya pengalaman lain menggunakan kartu ini? Monggo dibagi disini.

Bacaan lain:
- http://www.bankmandiri.co.id/english/article/mandiri-etoll-card.asp
- http://www.jasamarga.com/content/view/168/89/lang,en/
- http://kalipaksi.com/2009/03/20/e-toll-card-kartu-kredit-khusus-bayar-tol/

Sabtu, Agustus 29, 2009

Ketika telinga sakit saat di pesawat terbang..

Bisa jadi sampeyan merupakan pelanggan setia pesawat terbang. Bisa dikatakan pesawat terbang sudah menjadi bagian hidup sampeyan. Kemana-mana naek pesawat terbang. Nah, bisa jadi pula sampeyan pernah mengalami seperti yang saya alami ketika naek pesawat terbang, telinga berdenging dan sakit saat di pesawat terbang.


Konon katanya, peristiwa sakit dan berdengingnya telinga ini dikarenakan adanya perbedaan tekanan antara kondisi didalam tubuh dengan kondisi diluar tubuh. Kondisi ini biasanya terjadi ketika pesawat sudah mulai take off dan pada saat landing. Sakitnya akan menjadi luarbiasa apabila pada saat itu kita sedang terserang pilek. Huhhh... sungguh menyiksa sekali.

Beberapa tips yang pernah saya praktekan jika mengalami hal seperti itu. Tips-tips berikut kemanjurannya bisa berbeda-beda sesuai dengan amal dan ibadah masing-masing :D
  • Mengunyah makanan atau permen
    Biasanya pada saat mau take off, mbak-mbak pramugari (ini kalo sampeyan naek pesawat selain maskapai G***** lho.. kalo naek maskapai G***** yang sampeyan temui bukan mbak-mbak, tapi emak-emak hehehe...) akan membagikan permen. Nah, ambil aja..jangan sungkan-sungkan... tapi jangan ambil semuanya, ntar penumpang yang laen ndak kebagian dong? Dan lagi kalo sampeyan ambil semua itu namanya kemaruk! Ambil secukupnya, misalnya jika penerbangannya nggak sampai 2 jam, ambil 3. Sebiji langsung kunyah aja saat pesawat mau takeof, satu lagi pada saat landing...
    Lho trus yang satu lagi? Jaga-jaga aja kalo sampeyan ternyata dapet kenalan baru di atas pesawat.. khan bisa ditawarkan buat basa-basi hehehehe..
  • Menutup hidung dan mulut, kemudian berusaha meniup udara sekuat mungkin.
    Bisa jadi saat itu pula udara yang ada tiup akan keluar melalui telinga. Namun, dalam melakukan tips ini sampeyan harus sangat hati-hati. Jika tak hat-hati, bisa jadi udara yang ditiup bukan keluar lewat kuping, namun malah lewat lubang bawah, khan bisa gaswat!!! Bisa mencemari udara satu pesawat!!
  • Menguap
    Cara ini adalah cara termudah, apalagi jika sampeyan memang kurang tidur sebelum naik pesawat. Tentunya dalam menguap harus mematuhi kaidah-kaidah penguapan. Jangan sampai gara-gara sampeyan menguap terlalu lebar, orang2 disebelah jadi kesedot semua. Khusus bagi sampeyan penggemar petai atau jengkol, pastikan sebelum menguap mulut sampeyan terbebas dari aroma kedua barang ghoib tersebut. Sekali lagi tolong ini diperhatikan.
  • Berbincang bincang atau menyanyi-nyanyi kecil
    Tak ada salahnya selama di pesawat sampeyan menyalakan ipod atau mp3 player (** mau nulis walkman, kayaknya udah nggak jaman lagi ya??) Dengarkan sebuah musik dan tak lupa ikutlah bersenandung. Jika tak bawa mp3 player, bisa juga melakukan perbincangan dengan teman duduk sebelah. Disamping mengurangi mengindari sakit telinga, tips ini juga dapat mengurangi ketegangan selama berada dalam perjalanan.
Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan agar perjalanan udara sampeyan jadi nyaman dan menyenangkan. Alhamdulillah, menggunakan salah satu tips tersebut selama ini perjalanan udara saya jadi lebih nyaman. Jangan lupa, jika sampeyan punya tips yang lain disharing ya..

Rabu, Juli 15, 2009

Bertanam ginseng iseng-iseng (serius juga boleh hehehe..)

Seringkali ketika mengantar isteri berbelanja bulanan, aku minta diikutsertakan seikat daun ginseng dan seplastik jamur dalam daftar belanjaannya. Ya, aku memang suka sekali dibikinkan tumis daun ginseng. Bahkan jika tak ada yang mau masak, aku sendiri yang masak.

Awalnya memang aku nggak tahu lezatnya tumis daun ginseng. Pertama kali makan hidangan ini ketika aku diajak oleh salah seorang relasi untuk makan malam di sebuah restoran Korea di Semarang beberapa tahun yang lampau. Terus terang masakan ini agak aneh di lidah. Karena jika tidak bisa mengolah dengan baik, maka tak jarang getah-getah yang ada di daun dan batang-batangnya akan tertinggal di gigi. Namun jika mahir dalam memasaknya, dijamin rasanya lezat sekali. Apalagi jika dicampur udang, jamur dan saus tiram. Tak jarang malah pengen nambah dan nambah terus hehehe...

Konon kabarnya, makan daun ginseng sangat bermanfaat bagi tubuh. Diambil dari sebuah blog:

Semua bagian tanaman ini bisa di makan, mulai dari akar hingga daunnya. Biasanya akarnya tanaman ini bisa mengembung jika dibiaknan melalui biji. Banyak yang menfaatkan umbi tanaman ini untuk dikeringkan sebagai ramuan obat. Daunnya biasa dijual sebagai sayuran. Daun kolesom/ginseng sangat cocok ditumis, dibuat cah (dimasak dengan sedikit air) atau sebagai campuran sayur bening/sup. Rasanya lezat dengan tekstur lembut dan sedikit berlendir. Mengolah sayuran ini harus menggunakan api besar dan cepat karena warnanya akan berubah menjadi kehitaman jika terlalu lama di masak.

Belum ada penelitian tentang manfaat kolesom, namun secara turun temurun akar dan daunnya dipercaya dapat meningkatkan stamina tubuh. Sejauh ini baru diketahui bahwa di dalam akar kolesom mengandung zat aktif seperti saponin, flavonoid dan tanin. Yang pasti bagian daun mengandung vitamin A yang cukup tinggi, serat dan beragam mineral penting lainnya. (Sumber: MANFAAT DAUN KOLESOM JAWA (Daun Ginseng) )
Setelah memasak daun ginseng, biasanya batang tanamannya selalu dibuang. Nah, tiga minggu yang lalu, aku lihat batang tanaman ginseng ini tidak dibuang. Tapi ditancapkan di pot belakang rumah. Hmmm... siapa nih yang melakukannya? Ternyata ini dilakukan oleh my home maid. Awalnya aku sempat pesimis, apa ya bisa hidup?? Ternyata sodara-sodara, tanaman ginseng itu emang mudah tumbuhnya. Nggak percaya? coba lihat gambar dibawah ini.

Tinggal disiramin aja tiap hari, ternyata tumbuhnya subur. Apalagi jika ditanam dengan serius ya? Kalo seikat daun ginseng di supermarket sekitar Rp. 1500, wah kalo seluruh pekarangan ditanamin daun ginseng, lumayan juga tuh hasilnya :-$ hehehehe...
Wah sekarang kalo pengen tumis daun ginseng tinggal metik aja neh hehehe...

Minggu, Juni 21, 2009

Ketika kebiasaan naik metromini dibawa ke Singapore

Ini adalah kali kedua saya berkunjung ke Singapore. Berbeda dengan kunjungan sebelumnya, dimana begitu sampai Bandara kami sudah disewakan Airport Minicab yang menjemput kami menuju ke hotel, maka kunjungan kali ini tak demikian. Maklum kunjungan sebelumnya, saya bersama rombongan dan ada bos juga.


Namun, kali ini saya berkunjung ke Singapore berdua dengan Andang, salah seorang rekan kerja -- yang bisa jadi-- ini adalah kali pertama bagi dia berkunjung disini. Tanpa jemputan, maka untuk beberapa saat kami harus celingukan sesampainya di Bandara Changi. Untunglah di negara kecil di Asia Tenggara ini semuanya serba transparan. Petunjuk arah menuju pusat kota (mereka menyebutnya dengan bandar) sangat jelas diberikan di sudut-sudut bandara. Sesampainya kami di Terminal 1 kami harus oper menggunakan kereta skylift menuju Terminal 2 (T2). Kereta ini disediakan dengan cuma-cuma. Kemudian dari T2 kami harus pindah menggunakan kereta cepat MRT menuju hotel.

Tak lupa kami harus membeli kartu bayar yang disebut EZ Link Card. Harganya untuk dewasa S$ 15 yang terdiri dari biaya kartu S$ 5 dan nilai deposit kartu yang bisa digunakan S$ 10. Penggunaan kartu ini cukup mudah, kita tinggal meletakkan saja kartu tersebut di card reader yang disediakan di stasiun atau bis kota. Kemudian begitu sampai kita juga harus meletakkan kembali kartu tersebut di card reader. Di stasiun MRT fungsi lain kartu ini adalah untuk membuka pintu masuk dan keluar, maka nilai deposit kartu akan otomatis dikurangi sesuai dengan jarak perjalanan kita. Satu kartu bisa digunakan untuk kereta, bis dan beberapa jenis taksi. Wah sungguh praktis sekali ya... kapan teknologi kayak gini ada di Jakarta. Khan asyik kita nggak perlu repot-repot bawa uang tunai kemana-mana jika bepergian.

Suatu ketika, kami sedang menuju ke China Town untuk mencari makan malam. Kebetulan untuk kesana kami harus menumpang salah satu biskota dari hotel. Setelah kami menentukan nomor bis yang harus kami tumpangi berdasarkan informasi di papan informasi yang terpasang di halte, kami pun mendapatkan bis yang dimaksud, nomor 51! Tak lupa kami dekatkan si kartu bayar ini di card reader begitu kami masuk. Sepanjang perjalanan tersebut kami berusaha mengingat-ingat rute bis sambil sesekali memeriksa peta Singapura. Maklum, orang baru, takut nyasar hehehe.. walaupun kata orang nyasar di Singapura ini pasti akan balik lagi ke tempat semula, tapi khan kami tetap harus waspada :D

Saking asyiknya kami berusaha meningkatan kewaspadaan agar jangan sampai kelewatan, eh lha kok ndilalah bis ternyata udah sampai di halte yang seharusnya kami turun. Kami pun buru-buru loncat turun dari bis. Tapi eits... ada yang janggal. Begitu kami turun, kenapa bisnya nggak mau jalan lagi... "Ah, paling sopirnya mau ngetem dulu", begitu pikir kami. Kami pun bergegas menyusuri trotoar menuju China Town.

Kejanggalan tadi kami diskusikan dengan Andang.
"Kenopo yo Ndang, bis'e mau? (Kenapa ya Ndang bisnya tadi?)"
"Mbuh mas..(nggak tau mas)", jawab Andang.

Hening.
"Eh, mas.. kartu sampeyan mau wes tuts pas metu.. (eh mas.. kartumu udah di tuts belum pas keluar tadi?"
"Ketoke aku durung..emang kudu yo (kelihatnya sih belum.. emang harus ya?)", jawabku.
"Kudu ketoke mas... aku yo durung..( harus kelihatannya mas.. aku ya belum tuh..)"
"Wes jar'ne wae Ndang.. paling gak popo bekne (Udah biarin aja Ndang, nggak papa 'kali"
"Yo wes mas.. mugo-mugo gak popo"

Padahal.... sepanjang jalan Andang berusaha berpikir positif, kalopun kenapa-kenapa khan sopirnya pasti ngejar atau nyumpahin kita hehehe ... (emang sopir metromini, Ndang??)

Setelah selesai makan malam, kita pengen melanjutkan perjalanan ke Orchard Road. Dari sini kita harus menuju stasiun terdekat. Nah, distasiun itulah baru ketahuan jawabannya. Ternyata deposit kartu kita telah berkurang drastis secara otomatis sodara-sodara... masing-masing mencapai S$5 kurangnya.. padahal ongkos bis tak lebih dari S$ 0,90 ... ampuuunnnn....

Pelajaran yang bisa ditarik dari peristiwa ini, jangan sekali-kali kebiasaan naik metromini di Jakarta dibawa ke Singapore.. sampai tujuan langsung loncat turun. Walaupun tak terlalu membahayakan jiwa Anda karena si sopir bis di Singapore akan selalu setia menunggu, tapi hal itu cukup membuat kantong Anda shock sejenak. Waspadalah.. waspadalah!!! :((

Update info:
Sepulang dari Singapore, saya kebetulan sempat berbincang dengan sopir salah satu taksi terkenal di Jakarta perihal sistem pembayaran kartu. Perusahaan taksi ini menggunakan sistem komisi terhadap sopir-sopir yang menjalankan taksinya. Sopir tsb. bilang, di perusahaan taksinya sekarang pun telah menggunakan sistem voucher yang malah dikeluhkan oleh para sopir. Lho, kok bisa? khan malah lebih enak, sopir nggak repot-repot nyari kembalian penumpang? Ternyata, bagi seorang sopir, uang yang diterima, biasanya juga termasuk digunakan untuk makan. Pernah ada cerita, temennya seharian penuh hanya mendapat voucher saja. Hal ini mengakibatkan seharian itu pula dia tak dapat makan sedikitpun karena tak dapat uang tunai. Sampai badannya pucat dan ditolong oleh rekan sopir yang lain. Coba bayangkan jika nanti sistem pembayaran kartu seperti EZ Link di Singapore diterapkan di perusahaan taksi ini???

Di perusahaan ini, voucher tak bisa diuangkan jika sopir belum sampai pool. Voucher tersebut juga tak bisa diperjualbelikan antar sopir. Jika ketahuan, manajemen perusahaan akan memberi tindakan tegas. Repot ya, ternyata sistem yang bagus kayak apapun akan sulit jika mau diterapkan di Indonesia.
Oh, inilah potret negeriku... ** sedih..

Kamis, Mei 28, 2009

Mampir di Solo, sarapan nasi liwet

Setiap pulang ke kampung halaman, saya dan keluarga selalu melewati Kota Solo. Namun jarang sekali kami singgah di kota itu. Maklum, biasanya ketika kami melewati kota ini, hari sudah malam atau dinihari. Nah, kebetulan pada saat kemaren (21/05/2009) kita melewati kota ini untuk kesekian kalinya, hari masih pagi. Kira-kira jam 7-an. Sebelum meneruskan perjalanan, kami coba untuk singgah sejenak mencari pengganjal perut yang mulai keroncongan.


Awalnya saya ingin mencari bubur ayam saja buat menu sarapan pagi itu. Namun sayang, mungkin belum beruntung saja, si tukang bubur ayam di Kota Solo ini kok masih belum nongol-nongol juga. Nggak seperti di Jakarta yang dapat dengan mudah kita jumpai di berbagai sudut kota.

Akhirnya pilihan kita jatuh pada nasi liwet, makanan lesehan yang banyak tersebar di emperan toko. Setelah mencari beberapa tempat yang kira-kira "agak nyaman" kami pun akhirnya singgah di lapak Warung Liwet Bu Hadi yang berada di pinggir Jl. Yos Sudarso Solo.

Pagi itu, lapak Bu Hadi lumayan ramai oleh pengunjung. Kami pun memesan 6 bungkus nasi liwet. Terus terang, ini adalah baru pertama kalinya saya menikmati nasi liwet ala Solo (** katrok ya?) Tak lama kemudian, nasi liwet pesanan kami pun tiba. Uniknya, makanan ini disuguhkan bukan di tempat makan seperti piring atau mangkok, namun menggunakan daun pisang berlapis dua yang di salah satu ujungnya di-"sunduk" dengan tusuk gigi terbuat dari bambu.

Seporsi nasi liwet terdiri dari nasi, sepotong ayam kampung, dan sayur pepaya muda. Hmmm... sungguh nikmat sekali. Apalagi ditambah dengan segelas besar "wedang" teh. Sungguh nikmat disantap di kala pagi. Exciting sekali lah.. Ditambah lagi harganya yang lumayan murah... hmmm... enak sekali.

Wah, kapan-kapan kayaknya saat lewat Solo rugi banget jika tak mampir menikmati nasi liwet di pagi hari. Yukkk maree....

Selasa, Mei 12, 2009

Memanggil Webservice Menggunakan Ms Visual Basic 6

STUDI KASUS: MEMANGGIL WEBSERVICE BC1.1 DI INSW

Kali ini saya akan menuliskan tentang cara memanggil sebuah method di webservice dengan menggunakan M$ Visual Basic 6. Agar lebih mantap dan aplikatif, maka saya juga menggunakan studi kasus untuk memanggil sebuah method yang telah tersedia di webservice di INSW.

Sekilas Info Tentang Data BC1.1
Data BC1.1 adalah salah satu contoh data pre-notification untuk pengiriman dokumen impor. Seringkali untuk mendapatkan data ini, importir/PPJK mengalami kesulitan. Data BC1.1 merupakan data respon dari KPBC untuk perusahaan pengangkutan (baca: shipping agent) terkait dengan pengiriman dokumen manifestnya tersebut. Setiap 1 pos di dokumen manifes biasanya terhubung dengan 1 dokumen PIB dengan menggunakan parameter data BC1.1 tersebut. Oleh karena demi peningkatan pengawasan arus barang masuk di pelabuhan, maka sejak diberlakukannya implementasi sistem PDE Manifes, Bea Cukai mewajibkan informasi data BC1.1 tercantum disetiap dokumen PIB yang di kirim ke KPBC oleh importir/PPJK.

Mulai melakukan pemrograman
Sebelum melakukan pemrograman pemanggilan service menggunakan VB6, maka terlebih dahulu kita harus melakukan instalasi SOAP Toolkit yang bisa didownload di website Micro$oft. Software ini merupakan software yang dapat diunduh gratis berisi library-library SOAP yang bisa digunakan oleh VB6.

Alamat webservice BC1.1 adalah di http://services.insw.go.id/BC11Services/Services mempunyai satu method yang bisa di invoke yaitu CekBC11. Informasi detail tentang method Cek BC11 bisa ditemukan di WSDL yang disertakan. Disana kita melihat terdapat 2 parameter input yaitu string dan string0. Penjelasan tentang method tersebut dapat diringkas menjadi tabel sebagai berikut.

Parameter yang digunakan pada saat pemanggilan adalah Nomor dan Tanggal Bill of lading. Data ini sangat spesifik dan biasanya sudah cukup dikenal oleh para importir mengingat data ini merupakan salah satu dokumen pendukung yang "wajib" ada saat mengirimkan PIB disamping invoice.

Selanjutnya, kita buka software M$ Visual Basic 6. Buat sebuah project baru (Standar exe) kemudian buat satu form yang terdiri dari textbox dan tombol-tombol seperti contoh dibawah ini dan berilah nama variabel di masing-masing obyek tersebut.

Jangan lupa, kita juga harus membuat referensi ke library SOAP Toolkit yang telah kita instal tadi. Langkahnya:
- Buka menu Projects | References
- Cari library Micro$oft SOAP Type Library v3.0

- Kemudian klik tombol OK.

Kita mulai men-coding!
Pada form yang telah kita buat tadi, klik di tombol cmdInvoke ("Get BC1.1") ikut isikan baris sebagai berikut.
Private Sub cmdInvoke_Click()
Dim wsClient As SoapClient30
Dim strWSDL As String
Dim strResult As String
Dim noBL As String
Dim tgBL As String

Set wsClient = New SoapClient30
strWSDL = "http://services.insw.go.id/BC11Services/Services?WSDL"

noBL = txtNoBL.Text
tgBL = Format(txtTgBL.Value, "DD-MM-YYYY")

wsClient.MSSoapInit strWSDL
strResult = wsClient.cekBC11(noBL, tgBL)

Text2.Text = strResult
End Sub

Selanjutnya jalankan (Run) program yang kita buat ini. Masukan paramater Nomor BL dan Tanggal BL yang valid. Contoh response yang kita dapatkan akan keluar string sbb:
001476|22/04/2009|0001.0000.0000|040000|MT. LAUREN|04|PT INDORAMA SYNTHETICS TBK,
Langkah selanjutnya kita bisa lakukan parsing data tersebut untuk digunakan lebih lanjut.
Mudah, bukan? Selamat mencoba!

Kamis, April 16, 2009

Asap pesawat? Betulkah itu tidak berbahaya? Bagaimana jika chemtrails?

Pada suatu pagi yang cerah di bulan April 2009, kami sedang mengendarai kendaraan menuju kantor. Di atas jalan tol, tak sengaja mataku menatap sebuah garis putih menyerupai awan tegak lurus menghias langit pagi itu. Mungkin itu adalah fenomena biasa. Tapi itu bukan awan, karena garis itu terus bergerak dan semakin memanjang.


Menurut istriku, bisa saja itu adalah asap sebuah pesawat. Menurutku juga demikian. Tapi untuk apa pesawat itu mengeluarkan asap seperti itu? Apakah ada keadaan darurat diatas sana? Pertanyaan seperti itu menyelimuti benakku sepanjang jalan, namun pertanyaan itu hilang sesampainya aku dikantor.

Sore kemaren aku mendapatkan sebuah pesan dari sebuah group di Facebook yang aku ikuti. Isinya tentang adanya operasi intelijen asing yang menyebarkan bibit penyakit menggunakan media chemtrails, yaitu menyebarkan bahan-bahan kimia dan biologis di ketinggian tertentu pada suatu area untuk maksud tertentu.
Teror maut mengancam warga Jakarta dan sekitarnya! Sejak awal 2007 hingga saat ini, disinyalir sejumlah pesawat asing kerap menyebarkan ethylene bromide dan debu micro fiber demi operasi intelijen “control population”.

Jejak-jejak kimia (chemical trails/chemtrails) yang disemprotkan pesawat asing itu berisi aerosol bermuatan virus maut. Chemtrails disemprotkan di atas langit Jakarta untuk “mempersiapkan” warga Jakarta dan sekitarnya “menerima” virus flu burung (H5N1) yang telah dimodifikasi.
Nah, pas aku cari-cari referensi di Google tentang Chemtrail ini, kok dapetnya serem-serem ya.

Hampir disemua situs yang membahas tentang chemtrail ini mengatakan bahwa ini adalah bahan berbahaya berupa aerosol dan memang telah terbukti disinyalir digunakan untuk operasi-operasi militer tingkat tinggi. Serem gak tuh??

Lihat beberapa hal yang saya temukan tentang chemtrails ini di Google. Bagaimana menurut sampeyan?

Referensi:
- http://www.theforbiddenknowledge.com/chemtrails/
- http://www.geocities.com/canadianchemtrails/
- http://en.wikipedia.org/wiki/Chemtrail_conspiracy_theory
- dll, cari sendiri deh :p

** gambar saya ambil dari sini karena bentuknya hampir mirip dengan yang saya lihat waktu itu dan kebetulan saat melihat awan itu saya tak sempat memotretnya.

Selasa, Maret 31, 2009

Belajar Mapping Dokumen UN/EDIFACT Menggunakan Software AtlasEDI/ PalapaDI

Pada tulisan sebelumnya kita telah mempelajari bagaimana proses mapping dokumen UN/EDIFACT, kali ini saya akan mengajak sampeyan untuk mempelajari lagi bagaimana caranya melakukan mapping dokumen menggunakan software EDI Enabler yang lain. Sebenarnya banyak sekali sofware translator dokumen EDI yang bisa digunakan. Salah satunya adalah AtlasEDI.

AtlasEDI merupakan salah satu software EDI Enabler yang dikembangkan pertama kali oleh Atlas Product International. Kemudian diakhir hayatnya sempat pula dikelola oleh Harbinger Corporation, salah satu perusahaan di Inggris. Saya sendiri sempet merasakan nguprek software ini mulai dari yang versi AIX, versi DOS dan terakhir adalah versi Windows (versi 4.2.x).

Pada perkembangannya, ternyata software ini di Indonesia kemudian bermutasi nama menjadi PalapaDI, yang dikembangkan oleh salah satu software house lokal Indonesia. Pada jaman kejayaannya (tahun 1990-an), software ini merupakan salah satu software EDI yang cukup mumpuni. Disamping sebagai translator EDIFACT, juga menyediakan fasilitas koneksi dengan berbagai protokol komunikasi, dari protokol proprietary hingga teknologi TCP/IP yang kala itu baru mulai ngetrend.

Sebagai contoh case study untuk sharing knowledge kali ini, saya masih tetap menggunakan dokumen PIB yang telah kita pelajari sebelumnya. Langkah-langkah melakukan mapping dokumen UN/EDIFACT di software ini adalah sebagai berikut.

Membuat Table Maintenance
Fungsi table maintenance ini sama persis dengan file EDF yang pernah saya sampaikan sebelumnya yaitu digunakan untuk menginterpretasikan struktur global message UN/EDIFACT yang telah kita tentukan. Jika sampeyan lupa, silakan baca kembali tulisan saya sebelumnya. Untuk masuk ke menu ini, sampeyan bisa masuk ke software kemudian pilih menu Administration | Message Table Maintenance.

Setelah muncul form seperti diatas, selanjutnya pilih tombol Add maka akan muncul layar Message table maintenance. Terlebih dulu pilih tab Header. Isikan kolom-kolom tersebut sesuai dengan informasi yang terdapat dalam PIA. Misalnya sbb.

Kemudian klik tombol Segment. Pada layar ini terdapat beberapa isian yaitu:

  • Label, merupakan label rekord yang didefinisikan di PIA
  • Level, merupakan level segment tag UN/EDIFACT yang dipakai. Jika ada kesempatan, saya akan tuliskan apa yang dimaksud dengan hal ini.
  • Repeat, merupakan jumlah perulangan yang dijinkan dalam segment group atau tag itu.
  • G.M/C, merupakan scope perulangan dari segment group, apakah mandatory atau conditional. Jika tidak didefinisikan C atau M, maka tag tersebut bukan merupakan kepala segment group.
  • M/C, adalah scope kemunculan dari tag itu sendiri.
  • Segment, merupakan jenis-jenis tag element UN/EDIFACT yang dipakai.
  • Description merupakan keterangan dari masing-masing tag.
Sampeyan bisa gunakan tombol-tombol di layar ini;
  • Insert --> untuk menyisipkan tag baru diantara tag-tag yang sudah ada.
  • Add --> untuk menambahkan tag baru diakhir tag
  • Delete --> untuk menghapus tag yang sudah diisikan.
Untuk menyimpan semua setting Table Maintenance ini, silakan klik tombol OK.

Melakukan Mapping Data
Proses ini hampir mirip pada saat kita membuat file HDF ditulisan sebelumnya. Klik menu Administration | Translation Setting | Data Mapping. Muncul layar Table selection, kemudian pilihlah dokumen yang akan diedit. Misalnya DOKPIB, kemudian klik tombol Edit.

Kemudian akan muncul form sebagai berikut lakukan editing terhadap tag-tag element yang diperlukan. Pastikan bahwa semua tag element telah dimasukan sesuai dengan kebutuhan yang terdapat dalam PIA.

Langkah terakhir tentu saja melakukan pengetesan terhadap pekerjaan tersebut diatas. Caranya? Untuk melakukan translate dokumen dari flat file ke bentuk EDIFACT gunakan menu Data Processing | Export Translation.

Selamat mencoba!

Rabu, Maret 25, 2009

Belajar mapping dokumen menggunakan standar UN/EDIFACT

Gak serius dulu
Buat orang awam: Opo tho yo standar UN/EDIFACT itu? Apa sejenis kue lemper? Apa enak dimakan? Atau malah bikin saya muntah jika saya mempelajarinya?
Buat orang yang sudah ngerti: Satu guru-satu ilmu dilarang ganggu.


Mulai sedikit serius
Ide menulis ini didalam blog saya sebenarnya sederhana saja. Ketika saja tanya Paman Google, adakah blog berbahasa Indonesia yang pernah membahas tentang standar UN/EDIFACT? Paman Google menjawab belum. Alasan kedua, kemaren sempet kesal ada Mr-Mr yang sotoy nggak ngerti dokumen UN/EDIFACT tapi belagu dan nyalah-nyalain orang lain. Padahal mereka cuman expert di ISO 8583. Hehehe... Ya, sudah, daripada pengetahuan ini jadi hilang dari ingatan saya, lebih baik saya tulis aja disini sekalian sharing knowledge buat pembaca sekalian. :D Itu adalah alasan ketiga.

Ini baru serius.
UN/EDIFACT merupakan singkatan dari United Nation/Electronic Data Interchange for Administration, Commerce and Transport yaitu sebuah standar dokumen yang dikembangkan dibawah naungan salah satu badan PBB untuk kepentingan pertukaran data secara elektronik untuk kebutuhan administrasi, perdagangan dan transportasi. Pada perkembangannya, standar ini dikelola dan dikembangkan lebih lanjut oleh UN/CEFACT (United Nations Centre for Trade Facilitation and Electronic Business) dibawah naungan UN Economic Commission for Europe (UN/ECE). UN/EDIFACT sendiri telah menerima sertifikasi standar ISO 9735.

Standar UN/EDIFACT telah banyak digunakan dalam kebutuhan pertukaran data elektronik antar intitusi/lembaga. Bahkan WCO telah lama merekomendasikan standar ini untuk digunakan pada instansi kepabeanan di dunia.

Di Indonesia sendiri, selain digunakan oleh pertukaran data di lingkungan kepabeanan, beberapa perusahaan pelayaran pun telah lama menggunakan standar UN/EDIFACT ini untuk bertukar data dengan para prinsipalnya.

Berikut ini kita akan belajar standar dokumen UN/EDIFACT dengan mengambil studi kasus pada penerapan sistem kepabeanan impor di Indonesia.

Dokumen Pemberitahuan Impor Barang dibeberapa Kantor Pelayanan Bea dan Cukai telah diterapkan secara elektronik dalam penyampaiannya. Bisa menggunakan media disket, maupun menggunakan fasilitas EDI provider. Untuk menggunakan cara yang kedua dibutuhkan proses integrasi agar dokumen yang disampaikan dapat dimengerti oleh tujuan. Salah satu proses integrasi tersebut adalah melakukan mapping dokumen yang dipertukarkan antara data inhouse dengan data yang dikirimkan ke jaringan EDI begitu pula sebaliknya. Tulisan ini tidak membahas secara detil tentang konsep sistem EDI, namun hanya pada proses mapping dokumen saja. Semoga lain kali jika ada waktu, saya akan menuliskannya dikesempatan yang lain.

Gambaran kerja integrasi sistem secara global adalah seperti berikut.
Modul/sistem internal akan mengeluarkan sebuah file flat kemudian oleh EDI Enabler akan dibentuk sedemikian rupa sehingga menghasilkan file berstandar EDIFACT. Pada saat menerima dokumen akan berlaku sebaliknya. Berikut ini adalah salah satu contoh isi dari flat file dokumen PIB.

(di klik aja untuk memperjelas gambar diatas)

Apakah Anda mengerti maksud dan arti disetiap baris flat file tersebut diatas? Bisa jadi banyak pembaca yang bilang nggak ngerti. Bisa jadi pula ada diantara sampeyan yang masuk kategori kemeruh dan bilang "Ya, saya ngerti!" hehehe... Tentu saja akan sulit menginterpretasikan arti tiap-tiap baris flat file tersebut jika tidak terdapat kamus datanya. Kamus data pada sistem PDE Kepabeanan disebut dengan Pedoman Integrasi Aplikasi.

Tulisan di blog ini akan menjelaskan urut-urutan membuat mapping dokumen UN/EDIFACT. Secara garis besar, urut-urutannya adalah sebagai berikut.

Tentukan jenis message yang digunakan.
Jenis message di UN/EDIFACT bisa macam-macam. Misalnya untuk dokumen PIB ini disebut dengan CUSDEC (customs declaration message). Penentuan jenis message ini dapat dilihat dari konten dan tipikal data yang akan dipertukarkan, kemudian carilah referensi di UN/EDIFACT direktori. Pilih satu message dan rilis yang cocok sesuai kesepakatan dengan PIA. Misalnya untuk dokumen impor adalah CUSDEC D98B.

Pelajari struktur dokumen
Setelah ditentukan jenis message yang digunakan, selanjutnya pelajari pula struktur dokumen yang terdapat dalam direktori tersebut. Struktur dokumen UN/EDIFACT memiliki segment table seperti berikut.

Dalam sebuah segment tabel terdapat tag (UNH, BGM dst), uraian dari masing-masing tag, scope (mandatori atau conditional kemunculannya) dan pola perulangan. Dalam tag tabel tersebut terdapat pula segment group.

Persiapkan file EDI Definition File (EDF)
File ini merupakan terminologi jika menggunakan software Intercept Plus (IPLUS) sebagai EDI Enabler, jika menggunakan software lain, bisa jadi nama filenya berbeda namun secara konsep tetap saja sama. File ini merupakan file yang isinya merupakan representasi dari struktur lengkap document message tersebut diatas. Bisa jadi tidak semua tag digunakan. Boleh saja menggunakan tag yang dibutuhkan saja untuk dituliskan. Namun kita harus hati-hati, misalnya pada contoh diatas kita akan mengambil tag FTX di segment group ke-3, maka kita tak boleh begitu saja menuliskannya di file EDF kita tanpa menuliskan tag-tag pada segment group diatasnya. Keculai jika kita hanya menginginkan tag RFF di segment group ke-1, maka kita bisa saja melewatkan tag dibawahnya ataupun tag di segment group ke 2 atau ke 3.

(Contoh file EDF. Klik untuk memperjelas)

Buatlah file Inhouse Definition File (HDF)
Langkah selanjutnya, adalah memetakan masing-masing komponen data di flat file ke dalam dokumen EDF. Kita lihat disetiap tag terdapat variabel yang bisa dipanggil oleh file HDF. Contohnya RFF0010, PAC0010 dst. Jangan lupa, untuk memetakan ini, kita harus pegang buku 'sakti' Pedoman Integrasi Aplikasi untuk masing-masing dokumen.

(Contoh file HDF. Klik gambar untuk memperjelas)

Langkah selanjutnya adalah teliti kembali pekerjaan Anda dan lakukan testing sampai tidak ditemukan error. Hehehe...

Contoh dokumen UN/EDIFACT PIB kira-kira kayak gini.

(Contoh dokumen EDIFACT PIB, sebenarnya kagak nyambung dengan flatfile yang diatas hehehe. Klik deh untuk memperjelas.)


Rabu, Januari 14, 2009

Teror arwah hantu muka rata :-)

Sebuah offline message saya terima pagi ini di YM Messenger, isinya:

c****_me (1/13/2009 11:01:59 PM): 081213131313 ,,,,,,,,,,malem....nama gw " Tasya " Umur gw 17 tahun , Lo hrs tlngin gw,,,tgl 13 juni kmrn gw br plng Dugem , Gw Diperkosa dan Dibunuh Tepat pukul 030 , Setelah itu tubuh gw Dipotong jadi 13 bagian...tepat sbulan ini tubuh gw belum terkumpul semua. Gw Lupa muka Gw karena Dirusak oleh mereka. Lo hrs Sebar Pesen ini ke 13 orang. dan jgn sampe berhrnti di elo ,! Kalo ngga lo bakal gw gangguin tiap jam 2 pagi ( menit ke 13 ) , Lo tiba Bgn dan ada Kepala Dgn Muka Rata ( INI KISAH NYATA ) [BS]
Sejenak saya terdiam. Bukannya saya jadi parno, tapi pengen ketawa campur sebel campur penasaran. Hebat ya arwah jaman sekarang, bisa kirim pesan via YM Messenger? Jangan-jangan banyak juga hantu yang sudah main online social networking seperti Facebook, MySpace juga :D Kayak gini nich kalo sudah teracuni film-film horor yang mengkait-kaitkan dengan kemajuan teknologi. Jadi inget film One Missed Call, sang arwah masih saja bisa melakukan pembunuhan berantai kepada semua orang yang terdaftar di phonebook.

Saya sendiri langsung ambil kesimpulan bahwa ini adalah hoax saja. Lho tanpa melakukan cek 'n ricek terlebih dulu? Ya, biarin.. udah jelas khan tanda-tandanya? Yaitu meminta kita melakukan pesan berantai ke semua orang.

Berdasarkan beberapa info yang saya dapat dari internet, bisa jadi hoax ini sudah muncul sejak tahun 2007. Cuman yang berbeda adalah umurnya. Di tahun 2007 tersebut umur si Tasya sudah 19 tahun, kenapa sekarang jadi 17 tahun? Apakah ini Tasya yang berbeda? Trus siapa sih Tasya tersebut? Apakah ini? Upss... maafkan saya jika salah orang. Tapi ngomong-ngomong foto si Tasya yang ini cakep juga. Hehehe...

Jadinya gimana dong, apakah harus disebarin pesan berantai tersebut?
Ya, jelas enggak dong. Konyol banget kalo kita ngelakuin hal tersebut. Apalagi jika dikaitkan dengan pasal 29 UU-ITE, perbuatan tersebut merupakan salah satu perbuatan yang dilarang yang dapat berakibat dijatuhi hukuman penjara 12 tahun atau denda sebanyak Rp. 2 Miliar!!!!
Pasal 29 -- DILARANG
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

Pasal 45, ayat 3
Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).
Yang jelas saya emoh dipenjara, nah kalopun bayar denda duit darimana?

** Adakah sampeyan pengen nyoba iseng-iseng nelpon ke nomor ponsel yang disebutin tersebut diatas? Siapa tahu yang angkat emang hantu betulan. Hiiiii.... :D