Buku yang di tulis oleh Steve Kaplan seorang konsultan pemasaran dunia ini cukup bagus. Banyak gagasan dan ide-ide baru yang diusungnya tentang strategi memperoleh dan mempertahankan pelanggan besar. Buku ini memang ditujukan bagi Anda yang berprofesi sebagai pengusaha, wiraniaga dan eksekutif pemasaran.
Memang, ibarat ingin mendapatkan seekor gajah, maka terlebih dulu kita harus tahu seluk beluk tentang gajah. Mengapa gajah merupakan target pemasaran bisnis kita? Kita tahu, gajah memiliki karakter khusus. Guna mendapatkannya saja, Gajah tidak bisa kita dorong atau pun kita tarik, jelas dia tak akan mau mengikuti perintah begitu saja. Mungkin Anda malah harus berguru pada para pawang gajah di Lampung untuk hal ini. Gajah sangat lamban, jarang bergerak. Namun sekalinya bergerak maka imbasnya sungguh sangat menghebohkan bagi bisnis Anda. Itu lah gajah.
Birokrasi juga merupakan ciri lain dari perusahaan besar laksana gajah. Birokrasi dengan segala kerumitannya, adalah faktor penting yang membuat perusahaan besar bisa tetap eksis untuk meminimalkan resiko-resiko kerugian. Banyak orang yang tidak suka dengan birokrasi yang berbelit-belit dan tidak memudahkan, bahkan termasuk orang dalam perusahaan besar tersebut. Namun, Kaplan menyarankan, kita tidak boleh alergi dengan birokrasi pada perusahaan besar yang menjadi target kita. Malah dianjurkan untuk mempelajari dengan seksama dan lebih mendetil. Penguasaan pada sistem birokrasi pada sebuah perusahaan besar, tak jarang merupakan peluang tersendiri bagi bisnis kita.
Umumnya, bermitra dengan perusahaan besar laksana gajah, merupakan hubungan yang terbentuk dalam jangka panjang. Oleh karena itu strategi bisnis haruslah disusun untuk bisnis dengan jangka panjang. Disini, Kaplan lebih menekankan pada arti pentingnya sebuah kepercayaan. Gajah yang telah mempercayai kita sebagai mitra bisnis akan membuka peluang lebih bagi kita. Sekali kita mendapatkan seekor gajah, maka gajah-gajah yang lain akan mengikutinya di belakang.
Kaplan memberikan 6 kunci untuk fokus pada pelanggan besar. Yaitu tentang arti pentingnya sebuah satu kesempatan, memberikan prioritas nomor satu, apapun yang diperlukan, visi jangka panjang, hembusan udara segar dan kemitraan.
Jadi saran Kaplan, tunggu apa lagi? Segera tangkap dan pelihara gajah Anda!
Rabu, Maret 28, 2007
Bagaimana caranya mengantongi gajah?
Senin, Mei 15, 2006
Baca "Mantra" saat gempa
Jika ada orang bertanya kepada Anda, tahukah siapa orang tua kandung Anda yang sebenarnya? Pasti Anda akan berkata, "Tahu". Namun coba renungkan baik-baik, sebenarnya Anda tahu atau Anda percaya, bahwa orangtua kandung Anda adalah ayah ibu yang hingga sekarang "masih Anda anggap sebagai orang tua" ?
Percaya dan tahu adalah dua hal yang berbeda. Tahu berarti Anda mengetahui sebenar2nya dengan logika. Sedangkan percaya, adalah sesuatu yang Anda pegang teguh sudah tak lagi mengandalkan logika dan omongan orang. Bagaimana Anda tahu bahwa orangtua kandung Anda adalah ayah ibu Anda sekarang. Siapa tahu Anda adalah anak adopsi mereka dan mereka tidak memberitahukannya pada Anda! Mungkin Anda menyangkal, lho lha wong saya udah test DNA kok. Hmm... kalo gitu pengetahuan Anda baru 70%. Siapa tahu pada saat test DNA tersebut terjadi kekeliruan. hehehe...
Jadi sekarang Anda tahu atau percaya orang tua kandung Anda ?
Ya, itu adalah sekelumit bacaan yang Anda bisa baca dari Mantra, buku karangan Deddy Corbuzier. Di bukunya ini Deddy mengajak kita bagaimana memperoleh "kekuatan" hanya dengan mengandalkan ucapan, olah tubuh dan membaca pikiran orang lain. Dan disini tidak ada kata tidak mungkin. Apa yang Anda pikirkan dapat menjadi kenyataan!
Tiba-tiba bumi berguncang, padahal saya baru membaca separuh halaman buku ini. Jakarta terjadi gempa. Saya yang kebetulan berada di lantai 10 gedung SMR merasakan guncangan yang cukup membuat perut mual.
Dan gempa itu terjadilah!
Senin, April 03, 2006
Kiat Sukses Meniti Karir dengan Carmuk
Membaca judulnya aja udah bikin penasaran. Namun setuju atau nggak setuju memang begitulah kenyataan yang sering terjadi di sekitar kita. Carmuk banyak dilakukan oleh orang-orang yang mau cepat mencari jalan pintas menuju kesuksesan karir.
Banyak kita dengar orang yang tidak terlalu pintar-pintar amat secara akademisi, ternyata sekarang telah menjadi bos di sebuah perusahaan besar. Sedangkan, orang yang dulunya secara akademis merupakan orang yang sangat pandai, serta lulus dengan predikat suma-cumlaude, lha kok sekarang susah banget mencari kerjaan. Apa yang salah?
Yang terjadi ternyata faktor bos adalah salah satu faktor penentu keberhasilan kita. Kita bisa cari muka dihadapan bos, agar bos selalu mencurahkan perhatian untuk kita. Namun jangan salah, tidak semua bos suka dengan carmuk. Hanya bos yang bermodel ABS (asal bapak senang) saja yang menyukai anak buahnya carmuk, atau bos yang secara histori juga meniti karir dengan carmuk heheheh...
Oleh karena itu agar tidak salah melakukan carmuk, ada baiknya baca buku ini. Disini diuraikan bedanya carmuk murahan yang gak profesional dan carmuk kelas tinggi yang menekankan profesionalitas.
Jadi, jika karir Anda mentok hingga saat ini, apa salahnya mencoba carmuk mulai saat ini..?? hehehe
