Rabu, Mei 10, 2006

Antara Java vs PHP

Tulisan ini saya buat berdasarkan thread di salah satu milis Java. Komunitas yang hampir semua adalah para developer Java tersebut baru-baru ini memuat topik diskusi tentang CMS (Content Management System) di web. Mereka mencari tahu mengapa aplikasi CMS rata-rata dikuasai oleh PHP.

Memang benar, saat ini pasaran CMS memang di kuasai oleh PHP. Banyak produk CMS berbasis PHP yang disediakan gratis, diantaranya PHPNuke, Mambo dll. Aplikasi itu tinggal di download, di extract, instal, setting dan hup! udah langsung bisa jalan. Server yang dipakai pun bisa macam-macam, dari yang versi "kacangan" sampai versi enterprise. Pokoknya ada webserver (IIS, Apache) udah cukup.

Sedangkan lihat untuk aplikasi CMS yang berbasis Java. Bisa dibilang hampir nggak ada. Memang benar ada beberapa produk semisal openCMS dan Alfresco. Namun berdasarkan pengalaman beberapa developer Java, dua aplikasi ini bener2 pemakan memory yang hebat. Jelas beda dibanding dengan CMS yang berbasis PHP yang ringan dan mudah pemeliharaannya. Bahkan website Friendster yang dulunya menggunakan Java sudah pindah menggunakan PHP. Jadi, ada apa dengan Java?

Menurut saya, Java sendiri sangat bagus untuk aplikasi yang mengandung workflow model bisnis dan multiplatform. Dia bisa main di aplikasi desktop (walaupun PHP juga mempunyai kemampuan yang sama dengan menggunakan PHP-GTK), sebagai aplikasi internet (nggak perlu tanya lagi..) dan aplikasi mobile (nah ini PHP gak punya sampai saat ini..) Kekuatan lainnya, Java didukung oleh perusahaan kelas dunia, Sun Microsystem, sedangkan PHP enggak. Untuk Indonesia sendiri, developer yang benar2 expert Java sangat sedikit. Tentu saja hal ini mendongkrak "harga" dari seorang programmer Java. Keunggulan lain, untuk dapat menjalankan aplikasi Java, diperlukan sebuah Java Virtual Machine. Hal ini saya bilang suatu keunggulan, karena jika terjadi error pada aplikasi tersebut hanya akan berimplikasi dengan JVM-nya saja, nggak sampai meng-error-kan sistem operasinya (teorinya gitu sich :D). Hebat bukan?? Namun, untuk kelas aplikasi yang berbasis internet, Java dinilai beberapa kalangan sbg aplikasi yang "sombong" karena cuman main di server2 besar. Dan bagi programmer pemula, banyaknya framework di Java yang macem2 tentu akan memusingkan kepala. Mau dimulai dari mana ya?

Sedangkan PHP, ini adalah platform murah meriah yang benar-benar didukung komunitas open source. PHP engine/application servernya gratis..tis untuk penggunaan non komersial maupun komersial. Bandingkan dengan Java, untuk kelas ecek2 emang gratis. Kita bisa gunakan application server seperti Tomcat, namun untuk kelas enterprise semisal JBoss, JRun atau Bea WebLogic kita harus keluarkan duit yang enggak sedikit.
Sedikit sekali perusahaan2 besar yang memberi dukungan penuh terhadap perkembangan PHP sehingga seringkali aplikasi yang berbasis PHP dianggap aplikasi "kacangan" yang ala kadarnya dan nggak object oriented (walah... belum tahu dia.. hehehe). Saking murah meriahnya, maka untuk programmer pemula dapat langsung mempelajari bahasa ini dan menguploadnya ke webhosting PHP yang bertebaran dari yang gratisan sampai yang berbayar. Mulai dari webhosting yang menawarkan paket murah meriah (5 ribu rupiah perbulan) sampai yang mahal (ratusan ribu rupiah). Coba bandingkan, apa ada webhosting yang menawarkan Java capability? Hmmm... jawabnya udah tau sendiri khan? Programmer PHP yang expert bisa dibilang sangat banyak, sehingga harganya pun murah. Untuk belajar PHP pun cukup gunakan webserver (IIS, Apache) yang resourcenya bener2 ramah. Hehehe...
Namun memang, PHP sangat kedodoran jika mau digunakan untuk aplikasi middleware yang bisa dihandalkan misalnya membuat aplikasi web services. Bahkan bisa dikatakan mending jangan dah... dan saya sendiri nggak menyarankan aplikasi middleware menggunakan PHP, walaupun pada kenyataannya hal itu bisa dilakukan.

Saya pribadi nggak terlalu memusingkan penggunaan PHP atau Java. Karena menurut saya semua tergantung situasi, kondisi, toleransi, pandangan dan jangkauan (kalo disingkat kok saru ya..hehehe..) dari masing2 user yang nantinya menggunakan aplikasi tersebut. Mau pakek Java atau PHP yang penting project bisa kelar dengan cepat, langsung terjual dan mudah melakukan maintenance-nya. Karena nantinya user nggak bakalan mempertanyakan aplikasinya dibangung pakek apa, kecuali memang usernya sejak awal memutuskan platform pemrograman yang digunakan... ya udah nggak bisa ngapa-ngapain dah!

Saya sendiri saat ini sedang tergila-gila "mencintai" Java (J2ME - Java 2 Micro Edition). Hal ini gara-gara termotivasi oleh anak saya yang gemar main game melalui ponsel saya. Saya mau buatin aplikasi mobile untuknya, 'kali aja nanti bisa dijual juga. Siapa tahu...???

Senin, Mei 08, 2006

Iklan "disusupi" hantu.

Beberapa tahun terakhir dengan beragamnya acara tivi, saya memang sudah jarang menonton tivi. Namun beberapa minggu ini saya sangat antusias untuk melihat acara tivi terutama SCTV. Bukan karena acaranya bagus. Tetapi saya ingin membuktikan dengan mata kepala sendiri kebenaran isyu yang muncul di beberapa milis dan forum diskusi tentang munculnya hantu di iklan SCTV "Satu untuk semua". Isu ini lebih mirip dengan iklan sampo yang beberapa tahun yang lalu juga digosipkan disusupi oleh hantu. Apa iya hari gini masih ada hantu ? atau itu cuman isyu aja biar banyak yang nonton SCTV kayak saya.

Kebetulan sinyal SCTV diterima kurang bagus di tempat saya. Sinyalnya mruwek. Sehingga saya pun belum menemukan klip iklan yang dimaksud. Untungnya pagi ini saya menemukan capture klip tersebut dari salah satu milis yang saya ikuti.


Coba lihat, penari belakang di sebelah kiri tersebut. Tampangnya aneh dan lebih mirip kuntilanak. Inilah yang di anggap sebagai hantu oleh sebagaian penonton. Hmm.... bener gak sih... saya kok nggak percaya ya..??? Coba foto yang lain.


Ternyata hantunya ada dua yaitu di stage belakang kiri dan kanan. Masih nggak jelas? Mungkin gambar yang lain.


Atau yang ini barangkali? Lihat sekarang di sebelah kiri paling belakang.


Bagaimana menurut pendapat Anda? Kalo saya sih kok masih nggak percaya ya. Buktinya saya belum merinding ..heheh...

Selasa, April 11, 2006

Polisi Tidur, Polisi Nungging

Diantara sekian banyak hal yang ditakuti masyarakat kita, salah satunya adalah polisi. Mungkin Anda pernah dengar khan anekdot betapa ditakutinya polisi dibanding aturan-aturan yang ditegakkan itu sendiri.

Konon ada cerita seorang pengemudi kendaraan bermotor -- sebut saja Parjo Sukarjo --, yang karena sesuatu hal melakukan pelanggaran lalu lintas, yaitu menerobos lampu merah. Aksinya ini rupanya diketahui oleh polisi lalu lintas yang sedang bertugas. Maka si Parjo dan kendaraannya, terpaksa dihentikan oleh petugas. Terjadilah percakapan sebagai berikut :

Polisi : "Selamat siang mas, mohon tunjukan SIM dan STNK"

Parjo pun membuka dompet dan mengambil SIM dan STNK-nya.
Polisi : "Mas, tahu nggak artinya lampu merah ???"
Parjo :"Tahu pak, harus berhenti."
Polisi : "Lha itu si mas tahu, kenapa masih nekat menerobos lampu merah ???"
Parjo :"Tapi saya nggak tahu kalo ada bapak disini..." heheheh...

Begitulah, ternyata bukan masalah Parjo yang nggak ngerti aturan lalu lintas, tapi karena si Parjo nggak tahu ada polisi yang bertugas. Begitulah cermin masyarakat kita, (termasuk saya sendiri 'kali) termasuk jika hal tersebut menyangkut dengan keselamatan diri sendiri apa lagi orang lain, kita juga jarang peduli.

Tak jarang banyak pengemudi motor, walaupun sedang berkendara di jalan kampung banyak yang melajukan kendaraan dengan kencang. Entah apa alasanya. Mungkin karena pengen gaya atau pengen ngetrend atau "kebelet" yang lain. Oleh karena itulah, biasanya jalan-jalan kampung menggunakan jurus jitu, yaitu bikin polisi tidur (garis kejut) dan tak lupa di pasang plang bertuliskan "Awas, Ngebut Benjut!". Polisi disini bukanlah bapak polisi, namun sebuah "bangunan" yang terbuat dari semen/aspal yang dipasang melintang dipinggir jalan. Tujuannya supaya para pengendara kendaraan bermotor/pemakai jalan melintasi jalanan dengan pelan-pelan, maklum biasanya di kampung banyak anak kecil.
Dan ini terbukti efektif menekan angka kecelakaan di jalan-jalan tersebut. Tentu saja pemakai jalan akan berpikir seribu kali untuk ngebut kalo nggak mau benjut hehehe...

Namun akhir-akhir ini saya lihat, terutama sepanjang jalan yang biasa saya lintasi rumah-kantor PP, banyak dipasang polisi-polisi tersebut. Ketinggian, warna dan jumlahnyapun bervariasi. Ada yang tinggi, ada yang pendek.. pokoknya gak ada keseragaman. Saya nggak tahu apakah memang nggak ada aturan pembuatan polisi tidur ini di jalan-jalan. Atau siapa sih yang berwenang bikin si polisi tidur ini??? Kadang ini membuat perjalanan jadi terganggu karena tak jarang saya menjumpai polisi nungging daripada polisi tidur hehehe..

Rabu, April 05, 2006

Pengen ngebut dengan Firefox?

Berbeda dengan web browser yang lain, Mozila Firefox dapat kita setting sesuai dengan kemamuan kita. Maklum namanya juga software open source, kodenya pun dapat kita download. Jika kita adalah pengguna broadband internet, kita dapat menambah kecepatan browsing dari si Firefox. Gimana caranya? Ok, simak baik-baik ya...

  1. Buka dulu browser Firefox dikomputer kamu. Trus di Address Location Bar ketikkan "about:config". Jika kita beruntung (hehehe..), maka akan muncul beberapa parameter yang dapat kita ubah atau bahkan kita tambah settingnya.
  2. Kemudian cari beberapa baris berikut menggunakan scroll down/up :

    network.http.pipelining
    network.http.proxy.pipelining

    Nilai default kedua parameter tersebut adalah "false", ubah nilainyanya menjadi "true" menggunakan doble klik mouse. Biasanya browser hanya dapat melakukan satu request pada saat bersamaan, jika kita enable maka browse akan mampu melakukan beberapa request pada saat bersamaan. Ini disebut dengan metode HTTP Pipelining.
  3. Selanjutnya cari parameter :

    network.http.pipelining.maxrequests

    Ubah nilai defaultnya menjadi 30 atau lebih (misalnya 100). Caranya sama, yaitu doble klik pada parameter tersebut. Ini digunakan untuk menentukan jumlah request browser pada saat bersamaan.
  4. Kemudian kita buat satu parameter baru bertipe integer dengan nama :

    nglayout.initialpaint.delay

    Caranya dengan klik kanan mouse, pilih New -> Integer -> Enter the preference name : "nglayout.initialpaint.delay". Set isinya dengan "0", nilai ini menunjukkan waktu yang digunakan oleh browser untuk menampilkan isi informasi yang didapat.
  5. Selanjutnya restart Firefox kita, yaitu tutup dan jalankan lagi Firefox tsb.
Maka kita akan mendapatkan kecepatan Firefox akan tambah sebesar 30% s/d 40%. Namun jika koneksi internet masih pake dial up, ya jangan berharap banyak deh.. syukurin aja apa adanya hehehe...

Ada lagi satu tip untuk mempercepat pemanggilan tabulasi baru di Firefox. Caranya masih sama dari "about:config" kemudian cari paramater "browser.tabs.showSingleWindowModePrefs" jika belum ada maka kita bisa buat baru (lihat cara buat baru parameter di point-4 diatas) dengan type boolean dan isikan nilainya dengan kondisi "true". Restart browser Firefox dan selanjutnya setiap kita melakukan pemanggilan New Tab (CTRL-T), maka tabulasi baru akan muncul lebih cepat.

Nggak percaya? Coba aja sendiri :D

Sumber : http://www.mozila.pl/firefox-speed-up.html dan berbagai sumber di internet.

Senin, April 03, 2006

Kiat Sukses Meniti Karir dengan Carmuk

Membaca judulnya aja udah bikin penasaran. Namun setuju atau nggak setuju memang begitulah kenyataan yang sering terjadi di sekitar kita. Carmuk banyak dilakukan oleh orang-orang yang mau cepat mencari jalan pintas menuju kesuksesan karir.

Banyak kita dengar orang yang tidak terlalu pintar-pintar amat secara akademisi, ternyata sekarang telah menjadi bos di sebuah perusahaan besar. Sedangkan, orang yang dulunya secara akademis merupakan orang yang sangat pandai, serta lulus dengan predikat suma-cumlaude, lha kok sekarang susah banget mencari kerjaan. Apa yang salah?

Yang terjadi ternyata faktor bos adalah salah satu faktor penentu keberhasilan kita. Kita bisa cari muka dihadapan bos, agar bos selalu mencurahkan perhatian untuk kita. Namun jangan salah, tidak semua bos suka dengan carmuk. Hanya bos yang bermodel ABS (asal bapak senang) saja yang menyukai anak buahnya carmuk, atau bos yang secara histori juga meniti karir dengan carmuk heheheh...

Oleh karena itu agar tidak salah melakukan carmuk, ada baiknya baca buku ini. Disini diuraikan bedanya carmuk murahan yang gak profesional dan carmuk kelas tinggi yang menekankan profesionalitas.

Jadi, jika karir Anda mentok hingga saat ini, apa salahnya mencoba carmuk mulai saat ini..?? hehehe